Tampilkan postingan dengan label On Mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label On Mind. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Juni 2013

Iklan Ini Langsung Nancep di Hati

Pertama kali lihat di tv, iklan yang satu ini langsung nancep hati saya.

Saya terdiam, mikir, tiba-tiba tersenyum, gemas, dan akhirnya tertawa ngakak.

Dalam klip iklan ini, ada beberapa anak kecil yang mengungkapkan keinginan mereka ketika mereka besar nanti. Keinginan itu adalah menjadi orang gedhe, orang sukses, beserta semua kegiatan yang dilakukan oleh orang gedhe atau orang sukses itu pada umumnya, yang tentu saja semua kegiatan mereka kelihatan sangat KEREN.

Saya nggak tau apakah ini impian semua orang ketika mereka masih kecil, yang saya tau ini adalah impian saya dulu. Saya dulu sama persis seperti anak-anak kecil dalam iklan Tri ini. Makanya, saya bisa langsung jatuh hati pada iklan ini. Kalimat-kalimat yang keluar dari mulut anak-anak kecil ini sama seperti apa yang saya katakan dulu. Bedanya, saya hanya mengatakan dalam hati, nggak pake disyuting, ya eyalah emang bukan iklan, hehehe. 

Kalau dulu saya punya mimpi-mimpi itu, sekarang... lumayanlah. Saya sudah bisa mewujudkan mimpi saya satu persatu. Mulai jadi penyiar radio, beranjak ke progdir, dan masih direncanakan jadi owner radio, hehehe. Segede ini saya masih punya mimpi loh, tuh pengen jadi owner, ternyata bukan anak kecil aja yang punya mimpi, hehehe. Wish me luck ;)

Oh iya, di ending klip iklan ini, anak-anak kecil itu juga memaparkan nggak gampang jadi orang gedhe. Ini yang bikin saya cekikik'an karena lagi-lagi sama seperti yang saya alami. Saya memang senang sekarang udah keliatan keren (keren versi saya yah). Misalnya, udah jadi penyiar, punya banyak pendengar, suka diundang di acara-acara penting dan bergengsi, punya banyak kenalan orang-orang berpengaruh, punya notebook, punya ipad terbaru, suka shopping, barang-barang ber-branded (meskipun nggak semua sih, hehe), bolak-balik naik pesawat (meskipun tiket promo, sssttt), suka liburan ke berbagai tempat, dsb. Tapi meskipun keliatan keren seperti itu (ingat, versi saya) kadang tidak sekeren aslinya. Sama seperti iklan ini, kalau tanggal tua makannya mie instan, ke mall cuma mau nonton, itupun ngandalin freepass dan cuma bawa duit dibawah 50ribu, hehe, minumnya air putih bawa dari rumah. Yang jauh lebih parah kalau dah nggak punya duit, ngutang ke nyokap *ahahaha*

Well, lupakan saja hal-hal memalukan dan sangat nggak keren itu. Karena langsung saja kita lihat bersama iklan Tri yang sangat saya suka ini. Saya tulis kalimat yang anak-anak kecil ini omongin beserta videonya yah. Selamat menikmati ;)


"Kalau aku udah gedhe, aku mau jadi eksmud"
"Mau jadi bos"
"Sehari-hari ngomong campur bahasa Inggris"
"Tiap Jum'at pulang kantor, nongkrong bareng sesama eksmud, ngomongin proyek besar biar keliatan sukses"
"Suara digedhe-gedhein biar kedengeran cewek dimeja sebelah"
"Kalau weekend sarapan di cafe sambil sibuk laptop-an"
"Pesen kopi secangkir harga 40ribuan"
"Minumnya pelan-pelan biar tahan sampai siang demi wifi gratis"
"Kalau tanggal tua, pagi siang malam makannya mie instan"
"Kalau mau nelpon bisanya cuma misscall"
"Jadi orang gedhe menyenangkan, tapi susah dijalanin" 
*Think Again* 


Selasa, 02 April 2013

Biru Untuk Hari Autisme Sedunia

Hari ini, Selasa, 02 April 2013, bertepatan dengan Hari Autisme Sedunia atau World Autism Awareness Day.

Apakah Anda sudah mengenakan pakaian bernuansa biru hari ini?


Ya, untuk mendukung Hari Autisme Sedunia diselenggarakan kampanye "Light it Up Blue". Sesuai temanya, acara ini diramaikan dengan pakaian berwarna biru atau menyalakan benda berwarna biru. Mungkin kita akan bertanya-tanya, mengapa harus warna biru? Mengapa bukan warna merah, orange, atau kuning misalnya?

Menurut autismspeak.org, gangguan autisme mayoritas muncul 5 kali lipat lebih banyak pada anak laki-laki dibandingkan pada anak perempuan. Dan warna biru mempresentasikan anak laki-laki yang menderita autisme.

Selain mengenakan pakain berwarna biru, mari di hari ini kita memaknai bersama apa itu autisme, peduli dan menjadi sahabat bagi mereka. Dan mungkin berhentilah menggunakan istilah "autis" sebagai bahan olokan. 

Selamat Hari Autisme Sedunia. Light it Up Blue.

Sumber:
www.autismspeak.org
www.tabloidbintang.com

Minggu, 31 Maret 2013

Cintai dan Sayangi Laptop Mu


Banyak dari kita yang akan menghargai kesehatan kalau sudah sakit. Ketika merasakan sakit, kita menyadari begitu berharganya kesehatan. Begitu berharganya tenaga yang kita punya untuk bekerja, untuk bersenang-senang dengan keluarga atau teman-teman kita. Belum lagi kalau sakit kita parah, mau nggak mau pasti habis banyak duit tuh buat berobat. Mahal kan untuk bisa sehat kembali?!

Kejadian ini sama persis dengan yang saya alami, tapiiii untungnya nggak ada kaitan dengan kesehatan saya, tapi dengan "kesehatan" notty (baca: note book) saya. Setelah sekian lama tidak mempedulikan keamanan notty, sekarang saya jadi care berat. Kalau dulu, saya nggak peduli deh notty saya dipinjam keponakan-keponakan yang masih SD. Sempet jatuh beberapa kali, tapi masih "sehat" wal afiat, masih fungsi alias bisa dipake. Udah gitu saya sering sambil makan makanan yang berkuah di depan notty sambil ngetik ato apa. Bisa dibayangin aja, gimana kalau mangkuk/piring makanan tumpah dan kuahnya jatuh di notty *serem* tapi untungnya cuma percikan-percikan kecil dari kuah yang kadang "nyemprot" ke layar atau keyboard, jadi kotor dan jorok banget gitu deh notty saya. Parahnya, dah tau gitu saya nggak mau ngelapin kek, apa kek. Duh perempuan model apa coba saya ini *ckckckc* *hehe*

Setelah sempat selamat berkali-kali meski diterjang badai *lebayatun*, akhirnya tiba saatnya notty saya ngambek-bek. Kejadiannya, waktu itu jatuh di tempat kerja. Ini gara-gara tas notty saya yang pengaitnya udah mulai nggak kenceng lagi (maklum tas ini udah usia 3 atau 4 tahunan). "Guuubbrakkk", saya dengar tas yang dalamnya ada notty jatuh. Tapi saya berusaha cool. Karena dari kejadian-kejadian sebelumnya, notty saya nggak bakalan rusak. Tapi eeeh begitu saya nyalain, layarnya kayak lampu disko, mati nyala, mati nyala, pokoknya parah deh. Panik lah saya dan merasa sangat berdosa.

Saya langsung mencari banyak informasi untuk memperbaiki notty ini. Ada yang bilang, "harus ganti layar tuh, mahal loh". Ada lagi yang bilang, "udah beli baru aja, percuma diperbaiki harganya sama mahalnya. Yang Apple junkies malah kasih saran, "kapan aku anterin ke storenya Apple, beli MacBook Air?", jiaaahh yang terakhir rada-rada ngeri, sempat bikin bulu kuduk saya berdiri. Saya membandingkan notty saya (HP Mini) dengan MacBook Air. Jauuuh, hehehe. 

Ditengah-tengah itu saya sangat dilema, merenung, ternyata nggak enak juga notty rusak. Pekerjaan terhambat, nggak bisa ngeblog, dan lain banyak hal. Tiba-tiba lha kok ada pendengar setia radio saya menyapa di YM. Saya langsung ingat kalau dia punya Computer supplies, services & maintenance. Akhirnya, curhat lah saya padanya. Dan dia bersedia untuk memeriksa notty ini dulu. Orangnya baik banget, saya mengenal dia semenjak saya training di radio tempat saya bekerja (kira-kira 5 tahun yang lalu). 

Saya percayakan notty ini di service di tempatnya, apalagi asiknya notty ku dijemput dan diantar. Jadi saya nggak perlu repot-repot kesana. Enak kan?! hehehe.

Servicenya cepet, hanya 2 hari notty saya udah langsung siap pakai. Jadi pas diantar, saya terima, saya coba, dan tarrrrraaaaa, notty saya sehat kembali. Seneng deh. Senengnya lagi, notty ku yang jorok karena cipratan-cipratan kuah dan debu yang nggak pernah bersihin, hilang semua. Jadi bersih dan kinclong deh. Horrreeee.

Yang terpenting harga servicenya. Murmer, oeiy. Hanya Rp 125.000, 00. Padahal dari cerita pendengar saya ini yang rusak di notty ini adalah kabel-kabel halus penghubung layar, jadi harus super hati-hati ngerjainnya. Wah, beruntung lah saya ditolong dan dikasih harga murah. Ini nih enaknya berteman baik dengan pendengar radio. 

Oh iya, untuk teman-teman yang mungkin pingin cari tau computer supplies, service & maintenance coba aja deh ke pendengar saya ini Klik.  

Oke, sekian dulu curhatan saya tentang notty tercinta saya ini. Untuk yang laptop nya nggak pernah jatuh, pertahankan sikap kalian untuk menjaganya baik-baik. Untuk yang laptopnya bolak-balik jatuh, kalian sungguh ter...la...lu. Hehehe. 

Kamis, 28 Maret 2013

Bye YM Welcome Skype

Mungkin bisa dibilang saya jauh tertinggal untuk urusan teknologi. Kenapa? karena percayalah saya baru punya akun skype. Dan, saya langsung jatuh cinta padanya. Sebelumnya saya pake YM sih, untuk chat, untuk webcam dengan pacar yang jauh dimato tapi dekat di hati *komplit banget dah keterangannya* *ehehe*

Sebenarnya udah lama teman-teman ngajakin ber-skype ria. Selain itu, pas pertama kali beli notty (baca: notebook) yang saya pakai sampai sekarang, udah ada icon skype di desktop, jadi tinggal nginstall aja. Tapi entahlah kenapa waktu itu rasanya saya nggak perlu-perlu amat. Padahal saya pengguna aktif video call *beginilah nasip LDR*

Belakangan, hati saya tergerak *eeyah* mengaktifkan skype di notty. Tidak lain tidak bukan karena paksaan dari kakak laki-laki saya yang juga nun jauh di mato *sekarang trennya tinggal berjauh-jauhan yah* *ehehe*. Dia tinggal di Alaska, kadang bertugas di Miami. Benar menurut kakak saya, YM kualitasnya kurang kalau dibandingkan skype. Awalnya saya ga percaya sih, toh saya dan pacar melakukan video call di YM selama ini aman-aman saja. Tapi ternyata kalau video call ke luar negeri kualitasnya nggak sebagus antar kota. Jadilah saya terpaksa meng-install skype. Caranya gampang banget kok, kalau dah terbiasa pegang komputer, tau internet pasti bisa deh (sorry, nggak ngasih solusi buat yang lagi bingung bikin akun skype. Karena saya yakin kalian pasti bisa, pasti bisa!!!) *ehehe*

Begitu tau "rasa"nya skype gimana saya jadi jatuh cintrong deh. Alhasil, saya dan pacar, sekarang aktif menggunakan skype. Dan dengan menyesal mengucapkan, bye YM.

Oh iya, gara-gara sekarang jadi sering ber-skype ria dengan kakak, dia jadi sering kirim foto-foto dan videonya di luar negeri. Hmm, kayaknya dia sengaja bikin saya mupeng.

Ini dia foto-foto kakaku,
Oke deh, tunggu saja saya nyusul disana.

Akankah??? (tanda tanya BESAR)

*mari berdoa dalam hati*


Selasa, 29 November 2011

November + Banyak Pernikahan= Dilema

Bulan November 2011 ini sepertinya dipercaya banyak orang sebagai bulan baik dan bulan pembawa berkah. Buktinya, banyak pasangan yang melangsungkan pernikahan di bulan ini. Apalagi, pada bulan ini ada dua tanggal cantik yaitu 11-11-11 dan 20-11-2011. Di tanggal-tanggal tersebut memang banyak sekali penikahan berlangsung, tapi di luar tanggal itu selama bulan November 2011, masih saja ramai dengan acara pernikahan. Mereka bilang bulan ini memang bulan baik untuk pernikahan. Oh ya? 

Akibat dari banyaknya pesta pernikahan itu, bulan November ini saya jadi "mondar-mandir" menghadiri pesta pernikahan. Mulai dari pernikahan teman sekantor, teman main, sepupu dari ayah, sepupu dari ibu, dan tetangga. Akibat dari "mondar-mandir" itu juga saya jadi membayangkan bagaimana rencana pesta pernikahan saya nanti (yang entah kapan terlaksana, hehe). 

Awalnya, saya berencana untuk memiliki pesta pernikahan yang simple dan sederhana, yang hanya dihadiri oleh sedikit orang (mereka adalah orang-orang yang paling dekat dengan saya dan kekasih), dekorasi tidak terlalu mewah tapi cukup indah, dan acaranya sangat sakral dan khusuk. Nah itulah pesta pernikahan impian saya sebelumnya. Mengapa saya katakan "sebelumnya"? Karena setelah saya "mondar-mandir" di acara pernikahan bulan ini saya jadi mupeng melihat pernikahan teman dan saudara yang begitu besar, megah, dan mewah. Tiba-tiba bayangan saya tentang pesta pernikahan yang sederhana lenyap begitu saja. Yang saya bayangkan adalah pernikahan di gedung yang super besar, dengan dekorasi yang sangat gemerlap, baju pengantin rancangan desainer ternama, make up pengantin terkenal, dan yang terpenting para undangan datang dari kalangan bergengsi. Kebetulan, kekasih saya, meskipun sedikit memiliki teman artis, seniman, penulis novel, dan juga pejabat. Wow... bayangkan!!! Kalau ini terjadi, saya memiliki pesta pernikahan yang sangat bergengsi dan sangat berkelas. 

Saya mencoba membicarakan keinginan saya tentang pesta pernikahan mewah ini pada kekasih. Saya berbicara panjang lebar, dengan semangat, mata berbinar dan penuh harapan. Saya yakin kekasih pasti suka dengan ide saya. Tapi taukah anda apa yang keluar dari mulut sang kekasih? Dia bilang, "Aku hanya mau yang SEDERHANA". Saya langsung terdiam. Saya tidak tau harus kecewa atau bagaimana, yang jelas setelah itu saya dan dia tidak membahas masalah pesta pernikahan lagi.

Dari kejadian itu saya jadi ingat film Sex And The City. Carrie Bradshaw awalnya sepakat dengan kekasihnya, Big, untuk melakukan pesta pernikahan yang sangat sederhana. Bahkan Carrie sudah membeli baju yang memang sangat biasa sekali, seperti baju sehari-hari ketika pergi ke kantor. Karena baju yang sangat sederhana itu, Carrie pun mendapat banyak kritikan dari sahabat-sahabatnya. Tapi dia tetap pada pendirian bahwa baju itu bagus dan sesuai dengan pesta pernikahan yang diinginkan dia dan kekasihnya. Suatu saat, sebelum pesta pernikahannya berlangsung, dia mendapat tawaran dari atasannya untuk membuat pesta pernikahan yang besar, mengingat Carrie adalah penulis terkenal dan ikon busana favorit setiap wanita. Carrie mengambil tawaran itu, dan Big kecewa. Segalanya telah dipersiapkan, ratusan undangan, gedung yang megah, dan gaun pengantin rancangan Vera Wang. Namun, apakah yang terjadi selanjutnya? Di hari pernikahan itu mempelai laki-laki, Big, mengurungkan niat untuk hadir di pesta  pernikahannya sendiri. 

Dalam film ini diceritakan bahwa Big terlalu takut menghadapi penikahan. Ia pernah menikah sebelumnya dan gagal. Bagi Big tidak penting pernikahan besar, megah, dihadiri oleh ratusan orang, seperti yang diinginkan Carrie. Karena yang terpenting bagi mereka adalah KOMITMEN untuk hidup bersama selamanya. Sampai suatu ketika, Carrie memahami apa yang dinginkan Big. Dan di akhir cerita, Carrie dan Big menikah. Di pengadilan, hanya dihadiri sahabat dekat, dan dengan baju pengantin sederhana yang sebelumnya telah dipersiapkan itu. Sudah. Selesai.

Saya mencoba menyelami apa yang dipikirkan kekasih saya melalui karakter Big dalam film itu. Kalau kita mau berpikir simple, kita pasti akan setuju dengan Big. Esensi dari suatu pernikahan adalah komitmen untuk bersatu, dalam suka maupun duka. Tapi mengapa kita justru sering terjebak dalam mengartikan suatu pernikahan. Kita sering berpikir pernikahan hanya satu kali jadi penting untuk membuat pesta pernikahan yang besar. Selain itu, kalau kita mau benar-benar jujur pada diri sendiri, untuk apa pernikahan yang super megah kalau bukan untuk menaikkan gengsi kita pada banyak orang. Jangan sampai, perjalanan hidup yang akan kita mulai dengan pasangan memiliki tujuan-tujuan kurang penting seperti mendapatkan pengakuan dan gengsi. Dalam suatu pernikahan harusnya hanya ada CINTA, dan sebaiknya tidak dikalahkan oleh kepentingan-kepentingan kecil yang tidak ada manfaatnya. 

Saya, Carrie Bradshaw, atau siapapun, sebagai perempuan PASTI tertarik dengan ide pesta pernikahan yang luar biasa keren. Dan siapa pun juga tentu berhak memiliki pesta pernikahan sesuai dengan yang diinginkan. Kalau anda dan pasangan punya dana yang berlebih sehingga ingin membuat pesta yang besar dan megah silahkan saja. Memanjakan para undangan dengan pesta yang sangat mewah juga perbuatan baik. Tapi kalau saya, akhirnya, berencana untuk memiliki pesta sederhana. Dengan dekorasi yang indah, bunga-bunga yang harum, satu wedding singer, dihadiri hanya oleh orang-orang terdekat, gaun pengantin yang tidak mencolok tapi yaa cukup membuat saya terlihat cantik, dan make up yang... paling tidak setiap orang tau kalau itu wajah saya. Hehe, saya ga mau ada orang yang bilang "Kok, ga seperti kamu yaaah" ^_^     


       

   


Jumat, 14 Oktober 2011

14 Oktober Hari Steve Jobs

Anda fans berat Steve Jobs? Oke oke mungkin bukan. Tapi mungkin anda fans berat dari produk-produk yang diciptakan oleh Steve Jobs? Meskipun tidak punya satu pun produk Apple yang beliau ciptakan, boleh kan saya mengaku fans dari Steve Jobs dan produk-produknya. Hehe. Saya sangat kagum dengan kesuksesan Steave Jobs dalam menciptakan inovasi yang merubah dunia. Dan hari ini, para penggemar Steave Jobs di seluruh dunia mendedikasikan 14 Oktober sebagai Hari Steve Jobs (Steve Jobs Day). Untuk memperingati hari pertama Steve Jobs Day, yuuk kita intip dulu beberapa hal tentang Steve Jobs yang mungkin belum kita tau. 
Yuks Yuks!!! ^__^

15 Things to Know About Steve Jobs
Via:
OnlineSchools.org

Jumat, 09 September 2011

Alasan Dibalik Sebuah Pilihan

Tulisan ini dibuat karena akhir-akhir ini saya sering tercengang melihat orang-orang di sekitar. Seorang teman yang akan berulang tahun saya tanya kira-kira dia ingin dapat kado apa di hari ulang tahunnya. Dan dia jawab dia pengen banget dapat boneka. Oke oke, kalau jawaban ini keluar dari seorang perempuan imut nan lugu nan feminim nan suka malu-malu kucing nan manja nan lembut dan nan-nan lainnya yang menunjukkan dia cewek banget, pasti ini bukan jawaban yang mengejutkan. Tapi ini keluar dari mulut seorang perempuan yang gayanya rocker abis, tampilannya sangar, kalo baru kenal ama orang ini pasti langsung ciut karena takut dibentak. Nah lo, heran ga kalo ternyata dia mengharapkan dikado boneka, dan lebih mengherankan ternyata sepanjang hidupnya dia memang suka mengkoleksi boneka. Oh so cute ternyata. Hehehe.

Satu kasus lain. Saya baru mengenal seseorang. Cewek, kecil, imut, feminim, potongan berponi penuh ala korea gitu, suaranya kecil banget, lembut dan sangat sopan. Sedikit mengejutkan ketika tau dia suka lagu rock yang kenceng yang bagi saya bikin telinga cenat-cenut. Mengejutkan ketika saya tau dia ga bisa nonton film yang ga ada adegan bertarungnya. Lebih mengejutkan lagi ketika saya melihat dia pake celana jeans belel yang bagian dengkulnya sobek-sobek. Saya hampir pingsan dibuatnya. Hehehe.

Dari dua kejadian ini saya bertanya-tanya, "Oh...fenomena apakah ini???"
Ternyata setelah saya renungkan dalam-dalam, memang secara tidak sadar apa yang jadi pilihan kita adalah sesuatu yang bisa menyeimbangkan karakter kita. Teman saya yang bergaya rocker mungkin perlu penyeimbang kelembutan yang bisa dia didapat dari boneka. Boneka melambangkan masa kanak-kanak yang bebas, ceria, dan tanpa tekanan. Mungkinkah ini yang dia cari? Saya sendiri ga ngerti. Kasus kedua, teman saya yang punya poni korea ini, bisa jadi dia juga mencari penyeimbang diri. Karakternya yang kalem butuh sesuatu yang membuatnya berani dan kuat yang mungkin bisa dia dapat dari musik rock, film action, dan jeans belel itu tadi. 

Tapi sekali lagi, perlu saya pertegas itu semua masih kemungkinan, hanya tebakan saya. Karena saya juga memperhatikan diri saya sendiri. Salah satu yang paling dasar saja misalnya warna favorit yang sering kita pakai. Beberapa waktu yang lalu, saya suka sekali dengan warna cerah, condongnya ke warna pink dan merah. Saya suka warna cerah, dan kebetulan seorang teman yang ahli fengshui waktu itu menyarankan saya memakai warna cerah. Karena apa? Dia bilang saya membutuhkan warna cerah karena saya bukan orang yang cheerful. Untuk itulah saya butuh bantuan warna cerah yang membuat saya tampak cheerful atau mungkin warna itu merangsang saya untuk lebih ceria. Waktu itu saya juga suka warna pink, padahal waktu masih kecil saya sangat mengutuki warna ini. Mungkin saja ketika saya menyukai warna pink ini saya sedang mencari penyeimbang diri bagi saya yang waktu itu kurang feminim, kurang berkarakter perempuan. Sedangkan warna merah yang juga saya suka, secara tidak sadar saya gunakan sebagai penyeimbang karakter saya yang pemalu, dan cenderung tidak suka jadi perhatian atau sorotan. Hasilnya, dengan bantuan warna-warna itu tadi saya merasa terdorong untuk memiliki karakter sesuai warna. Dengan warna pink saya merasa lebih peka, lebih perempuan, dan cheerful. Dengan warna merah saya jadi lebih berani dan pede. Setelah saya mendapatkan semua itu, saya berganti warna favorit lain yang saya gunakan sebagai penyeimbang karakter saya yang lain. Misalnya ketika saya sudah terlalu banyak pake warna merah yang bikin saya tidak hanya jadi pemberani tapi juga jadi pemberontak dan gampang marah, tiba-tiba saya menyukai sesuatu yang berwarna biru, warna yang menenangkan. Semua pemilihan warna tidak pernah sengaja, tiba-tiba tanpa disadari.

Intinya dari tulisan ini, kemungkinan apa yang kita pilih entah itu apa yang kita pakai atau kita sukai adalah sesuatu yang secara tidak sadar kita pilih sebagai penyeimbang karakter. Kita tidak pernah sadar kenapa pilih itu, yang kita tau kita suka, titik. Tapi kalo kita pikir lebih dalam lagi, pasti ada alasan yang mendasar kenapa kita memilih sesuatu itu. 

Sabtu, 21 Mei 2011

I'm Banci Insomnia

"Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah... Feels like insomnia ah ah (Ah), Feels like insomnia ah ah..." *Craig David-Insomnia*

Akhir-akhir ini lagu Craig David - Insomnia sangat akrab ditelinga saya, selain sering diputar di radio-radio (termasuk radio saya) lagu ini juga jadi sountrack bagi "kehidupan" saya di malam hari. Gimana tidak, saya lebih banyak ga bisa tidurnya dari pada bisanya. Ga bisa tidur atau insomnia sangat amat ga nyaman . Badan rasanya capek, pegel, pikiran kemana-mana, pokoknya stres abis deh. Makanya kalau saja ada kesempatan bisa tidur nyenyak, pagi hari begitu mata saya melek saya langsung joget-joget kegirangan. Wkwkwkw. :D

Gimana sih supaya bisa rutin tidur nyenyak? Itu yang slalu saya cari selama ini. Pernah sempat menemukan solusinya, dengan cara menaruh bunga sedap malam dalam kamar. Dan sebelum tidur dalam kondisi lampu kamar mati, saya mulai memasang musik alam, kicauan burung, suara hujan, suara kodok, semua bercampur menjadi musik yang penuh harmoni. Sambil menikmati musik dan memejamkan mata, saya berdoa dan menghirup dalam-dalam aroma bunga sedap malam yang ada di kamar, percayalah... rasanya benar-benar rileks dan damai. Semenjak itu saya jadi ga insomia lagi. Tapi..... bagaimana mungkin saya melakukan kegiatan itu sepanjang hayat. Hari terus berganti, saya mulai tidak sempat lagi membeli bunga. Musik alam pun sudah saya lupakan, dan hasilnya... insomnia is BACK.

Saya coba cara lain. Menurut artikel yang pernah saya baca dan saya share ke pendengar, cara mengatasi insomnia adalah mencari tau akar masalah. Apakah kita sedang stres dalam hubungan dengan seseorang, ataukah masalah pekerjaan, atau masalah keuangan, itulah yang harus kita cari tau dan harus segera ditangani. Oke, saya mulai merenung. Apa yang jadi masalah saya. Cinta? Bukan. Keluarga? Bukan. Keuangan? Bukan. Pekerjaan?... nah itu dia! Ternyata saya menyadari bahwa akhir-akhir ini saya menjadi seseorang yang sangat terobsesi dengan karier. Saya yakin benar, ini gara-gara artikel yang saya baca yang membuat saya tiba-tiba berubah jadi satria baja hitam orang yang penuh obsesi. Satu-satunya kalimat yang paling saya hafal dari artikel yang saya baca itu (yang bikin saya banci insomnia) adalah “Excellence is sooo….cool! Let’s punish mediocre success” ( The Little Big Things by Tom Peters). Nah artikel yang ngomongin ke-excellence-an ini lah yang seharusnya bertanggung jawab atas insomnia saya. 

Tapi weitsss.... gara-gara artikel itu juga (meski saya menderita insomnia) saya jadi lebih berbuat banyak hal positif. Terutama dalam hal pekerjaan. Tapi tetep saja dong masalah insomnia tidak boleh dilupakan begitu saja, apalah artinya pekerjaan bagus tapi badan sakit-sakitan?. Pacar saya pernah menyarankan saya harus meluangkan waktu untuk bersantai. Menghindari ketegangan yang akan dibawa ketika tidur. Saya mikir, bersantai apa yang dimaksud?. Selama ini saya menamai waktu bersantai ketika... Satu, baca novel dengan cerita berat dan menginspirasi (yang malah membuat saya memikirkan banyak hal yang akan saya lakukan). Dua, nonton tv tapi bukannya acara humor malah nonton berita atau acara debat politik (yang bikin kepala saya beratnya bertambah 7 kilo). Tiga, bermain sudoku (yang malah bikin otak saya cenat-cenut). Empat, main game (yang ternyata bikin tangan dan leher saya kaku sekaku balok es). Hmmm...memang sepertinya ada salah kaprah mengenai arti bersantai bagi saya. Saya bisa-bisa tidak lolos ujian nih gara-gara ga tau arti bersantai.

Masalah insomnia ini masih berlanjut, meskipun tidak separah kemaren-kemaren. Dan tadi malam, saya benar-benar merasakan kedamain gara-gara bisa tidur dengan nyenyak. Meskipun saya tidak tau alasan tepatnya kenapa. Mungkin ini gara-gara nyokap abis bersih-bersih kamar saya. Sentuhan tangannya yang lembut tersisa dalam semua barang yang ada di kamar saya. Jadi saya merasakan kedamaian sentuhan nyokap tercinta yang membuat saya tidur dengan nyenyak. 

Well, karena saya mau makan bakso, kata terakhir dari saya, tips untuk kalian yang punya insomnia, dari orang yang punya insomnia, 

Just enjoy ur life! Don't be so cruel with ur self!  


NB: I'm fail, anyway. My bakso is so so spicy. So cruel with my self. Hiks.










 

blush ON blush Copyright © 2015 -- Powered by Blogger