Jumat, 21 Oktober 2011

Truly From A Best Friend like Marry Riana


A Gift From A Friend.

Buku dengan tampilan yang begitu indah, cover dengan warna putih dan pink, dilengkapi dengan foto sang penulis, Marry Riana, yang sangat cantik. Begitu melihat bagian dalam, tidak kalah cantik dengan cover depan. Sangat atraktif dan membuat kita nggak pernah ingin berhenti membacanya.

Membaca buku ini saya serasa tergelitik oleh fakta-fakta yang dipaparkan oleh Merry Riana. Dengan bahasanya yang cerdas, dia benar-benar membuat kita berpikir ulang mengenai pekerjaan kita. Dengan apa yang sudah kita lakukan selama ini. Apakah sudah dijalan yang tepat atau tidak. Apakah menghasilkan atau sia-sia saja. Disini, saya tidak berniat untuk meresensi buku ini. Saya hanya ingin berbagi apa yang saya rasakan setelah membaca buku ini. Ada satu fakta menarik yang saya nilai bagian ini paling juara bagi saya. Sekali lagi, bagi saya. Karena pasti setiap orang punya bagian favorit masing-masing. Nah bagian yang paling juara itu bagi saya ada di halaman 121 dengan judul Tangga Perusahaan.

"Jika saya adalah seorang karyawan baru yang sedang menjalani pelatihan kerja, dan jika saya ingin dipromosikan menjadi seorang supervisor, saya harus terlihat lebih baik daripada karyawan lainnya. Saya menggunakan kata terlihat, karena tidak ada yang terlalu peduli pada kemampuan Anda yang sebenarnya. Yang penting adalah bagaimana Anda memposisikan diri Anda sendiri dan berapa banyak pujian yang Anda terima dari pekerjaan Anda yang terlihat itu. Pada saat yang sama, tentu saja Anda harus menyenangkan hati atasan Anda. Menurut pendapat saya, itulah yang terjadi di Tangga Perusahaan."  

Karyawan yang pandai dan kreatif selalu berdedikasi pada pekerjaan. Sangat menghargai pekerjaannya, seolah-olah dia melakukan semua itu untuk perusahaannya sendiri. Dia tidak ingat lagi kalau itu adalah perusahaan orang lain, yang disini adalah bosnya sendiri. Tapi, mungkin saja orang seperti ini bukanlah orang yang pamrih dengan apa yang dikerjakan. Sehingga hasil kerja kerasnya tidak sampai ke atasan. Disinilah, lantas kita butuh kemampuan untuk "pamer". Tapi sayangnya, tidak semua orang punya kemampuan untuk "pamer" apalagi kalau dia melakukan pekerjaan itu sepenuh hati. Berada di tangga perusahaan, menurut saya  kita harus punya keterampilan untuk show off di depan atasan. Resikonya, kita akan dianggap penjilat oleh karyawan lain.

Ketika karyawan yang pandai dan kreatif ini memilih bekerja untuk dirinya sendiri (tangga wirausaha), menurut saya, dia akan mendapat penghargaan besar dari para klien. Apalagi dengan sifatnya yang rendah hati dan melakukan segala sesuatu dengan tulus, pasti membuat semua klien merasa nyaman bekerja sama dengan orang seperti ini. Bedakan dengan tangga perusahaan!     

Saat ini saya berada di tangga perusahaan, dan bercita-cita masuk dalam tangga wirausaha. Awalnya, ketika membaca buku ini, saya menyesali kenapa saya malah masuk di tangga perusahaan. Tapi, setelah saya pikir-pikir lagi, tidak ada yang salah dengan apa yang saya jalani saat ini. Inilah proses, meskipun agak sedih kenapa proses yang saya jalani ini jauh lebih panjang dari proses yang Marry Riana jalani. Bayangkan, dua hari lagi usia saya 25 tahun, dan pendapatan saya tentu saja sangat amat teramat juaaauh dari 1 juta dollar, penghasilan yang Marry Riana dapatkan di usia 26 tahun. Hiks. Tidak apalah, Tuhan pasti punya rencana yang indah, asal kita terus berusaha dan berani bermimpi (menghibur diri sendiri) hehe. 

Si Lumba-Lumba Mampir di Giant Rajawali

Hallooo, para warga Surabaya dan sekitarnya.... sudah liat atraksi si lumba-lumba (yap!! yap!!)???
 
Nah mumpung si lumba-lumba (yap!! yap!!) lagi liburan di Surabaya nggak ada salahnya ngajakin temen, sodara, anak (kalo ada), keponakan, tetangga, siapapun itu, untuk lihat atraksi seru si lumba-lumba dkk. Pentas Lumba-Lumba Dan Aneka Satwa ini berlangsung sejak tanggal 14 Oktober 2011 sampai 13 November 2011 di lapangan parkir Giant Rajawali Surabaya. Jamnya tinggal pilih 11.00, 13.00, 15.00, 17.00. Tiket lumayan terjangkau, anda bisa pilih yang Rp 20.000, Rp 25.000, atau yang VIP Rp 35.000. 

Karena waktu itu saya tergabung dengan para tetangga, dan para tetangga juga ikut tergabung dengan sekolah SD maka kami cuma bayar Rp 10.000. Murah meriah kan??? Karena murah sempet bingung juga sih ngebayangin nanti duduknya gimana. Apakah deskriminasinya cukup tajam? Hehe. Ternyata eh ternyata, begitu masuk tempat duduknya terserah mau dimana, mau depan, tengah, ato belakang nggak bakal ada yang marah. Asal jangan duduk pas di depan kolam, karena itu khusus VIP. Tapi tunggu, saran dari saya, sebaiknya untuk anda yang sedang ingin berhemat pilih saja tiket yang paling ekonomis. Karena:
  1. "Deskriminasi" tempat dudukmya nggak seberapa tajam, mengingat tempatnya memang nggak terlalu luas. Paling pas duduk di tengah, jangan takut nggak bakal keliatan karena jarak tempat duduk dan kolam dekat, ga jauh-jauh amat. 
  2. Duduk di VIP dengan harga yang lebih mahal (menurut saya) serasa duduk di bioskop dengan barisan paling depan. Nah lo, nggak enak kan.
  3. Kalau memang ingin duduk di VIP anda harus bawa baju ganti atau bawa jas hujan, hehehe. Kemarin yang saya lihat mereka yang duduk di VIP kayak abis disiram air seember. Hehe, tapi SERU juga sih kalo anda nggak keberatan berbasah-basahan.
Setelah beli tiket dan menemukan tempat duduk yang strategis, anda akan dihibur dengan berbagai aneka satwa seperti burung, anjing laut dan beruang madu. Setelah itu mulailah atraksi yang ditunggu-tunggu dari si lumba-lumba. Setelah atraksi berjalan beberapa menit saatnya anda bisa berfoto-foto dengan si lumba-lumba. Sekali jepret dibandrol Rp 30.000 dan hasilnya bisa langsung diambil setelah atraksi selesai. Saran saya, kalau anda ingin foto bersama lumba-lumba, sebaiknya setelah semua atraksi selesai. Mereka masih bersedia membuka foto bersama. Keuntungannya, anda bisa foto dengan lumba-lumba tanpa tergesa-gesa (karena sepi) sehingga hasil foto bisa lebih fokus dan nggak asal-asalan. Selain itu anda juga bisa request macam-macam. Kalau foto diawal, si lumba-lumba posisinya cuma "tidur-tiduran" aja, tapi kalau foto diakhir acara anda bisa minta foto sambil dicium ato salaman ato berpelukan, seru kan? Dan jangan lupa, anda juga bisa copy file, siapa tau anda pengen cetak ulang dengan ukuan jumbo ato mungkin untuk upload di FB ato Twitter ;p

Jumat, 14 Oktober 2011

14 Oktober Hari Steve Jobs

Anda fans berat Steve Jobs? Oke oke mungkin bukan. Tapi mungkin anda fans berat dari produk-produk yang diciptakan oleh Steve Jobs? Meskipun tidak punya satu pun produk Apple yang beliau ciptakan, boleh kan saya mengaku fans dari Steve Jobs dan produk-produknya. Hehe. Saya sangat kagum dengan kesuksesan Steave Jobs dalam menciptakan inovasi yang merubah dunia. Dan hari ini, para penggemar Steave Jobs di seluruh dunia mendedikasikan 14 Oktober sebagai Hari Steve Jobs (Steve Jobs Day). Untuk memperingati hari pertama Steve Jobs Day, yuuk kita intip dulu beberapa hal tentang Steve Jobs yang mungkin belum kita tau. 
Yuks Yuks!!! ^__^

15 Things to Know About Steve Jobs
Via:
OnlineSchools.org

Narsis Time

Beberapa hari yang lalu studio METRO FeMale "geger". Geger yang dimaksud disini yaitu kami super duper sibuk berpose di depan 3 kamera. Tujuan dari pemotretan ini untuk website baru radio kami. Saya sebenarnya sudah mulai luntur jiwa narsisnya. Entah kenapa berbeda seperti yang dulu, kalo dulu suka genit-genitan depan kamera. Sekarang, males banget berpose depan kamera. Tapi tetap, saya ingin hasilnya tetep bagus, mau ga mau saya paksakan diri untuk tampil sebaik mungkin depan kamera. Akhirnya jadilah beberapa foto itu. Seperti yang saya bilang, waktu itu ada 3 kamera, kamera saya, kamera temen, dan kamera sang photografer. Yuk kita liat hasil foto dari kamera saya ;)















Dari kamera sang fotografer:





Nah itulah hasil dari dua kamera, kamera saya dan kamera sang fotografer. Dari kamera teman, kebetulan saya ga minta filenya :)
Meski kehilangan rasa narsis, saya tetep oke ga? hehe :D

Senin, 26 September 2011

Reuni Kecil

Ketemu dengan teman di masa lalu membuat kita menjadi merasa lebih muda. Setidaknya dari pertemuan itu kita serasa kembali di kehidupan masa lalu, mengingat, dan mentertawakan kejadian yang kita lewati. Kita saling menanyakan kabar satu sama lain, menanyakan kabar teman-teman lain yang nggak hadir, bergosip, bercerita tentang pengalaman satu sama lain, dan tertawa nggak habis-habis dengar cerita-cerita lucu yang mereka alami. Di tengah-tengah rutinitas yang padat, yang hanya itu itu saja, pertemuan seperti ini serasa menyegarkan. Tidak hanya itu, kita bisa saling bertukar informasi yang berkaitan dengan pekerjaan, dan saling belajar mengenai profesi yang kami tekuni.    

Saya dan beberapa teman lama ex SMA Negeri 6 Surabaya, berkumpul di Plaza Tunjungan, Minggu siang, 25 September 2011. Kebetulan sekali kita punya waktu luang saat itu. Bayangkan saja, yang hadir dalam pertemuan ini satu diantaranya sudah hijrah ke Bali, jadi ceritanya hari itu dia sedang libur dan balik ke Surabaya. Dua diantaranya, termasuk saya, bukan pekerja yang libur di hari Minggu, kebetulan saja hari Minggu masuk pagi dan pulang siang, jadi begitu selesai kerja langsung cabut ke mall. Sedangkan teman saya yang satunya juga kebetulan libur di hari Minggu, padahal biasanya bukan hari Minggu. Saya nggak nyangka, sudah dewasa seperti ini ternyata selera humor mereka masih tetep sepeti dulu. Apalagi temen saya yang hijrah ke Bali itu, lihat wajahnya saja langsung pengen ngakak. Belum lagi cerita-ceritanya tentang bos-bos bule nya. Wkwkwk. Kalau nulis semua yang kami obrolin waktu itu pasti panjang sekali. Hehe. Langsung aja lihat foto-fotonya yuuukk!!! ^__^  





My O Mine

Dina Diana …



Penyiar radio adalah pekerjaan saya. Kebanggaan saya.  Impian saya semenjak kelas 5 SD. Bagi orang lain mungkin penyiar radio hanyalah sekedar penyiar. Tapi bukan bagi saya, profesi ini melebihi lainnya. Sewaktu kecil saya sering ditanya “mengapa bercita-cita menjadi penyiar radio?”. Saya menggeleng, tidak tau, suka aja. Kini ketika saya sudah dewasa & mimpi itu jadi nyata saya bisa menjawabnya dengan sangat lancar. Saya sangat mencintai profesi ini karena saya suka musik, saya ingin menghibur banyak orang, saya ingin dikenal banyak orang, & yang terpenting dari semua itu, saya suka memberikan informasi. Baik itu berupa news atau tips yang banyak bermanfaat bagi banyak orang. Saya bukan penyiar yang lucu, seperti kebanyakan penyiar radio anak muda. Mungkin itulah mengapa saat ini saya bekerja di radio dewasa yang berkonsep female & family station yang lebih banyak memberikan tips dan news. Sempat sedih memang begitu saya menyadari kalau saya tidak pandai melucu. Takut tidak bisa menghibur para pendengar. Tapi, terkasih saya memberikan semangat “Kamu bisa jadi seperti Oprah Winfrey, dia tidak terkenal karena lucu, tapi karena pintar”, Semenjak itulah percaya diri saya semakin tinggi. Okey okey tentu saja saya tidak sepandai Oprah, tapi paling tidak saya bisa belajar banyak untuk menjadi seperti dia. Bukannya mencoba meniru dia, saya tetap menjadi diri sendiri, tapi tidak ada salahnya kita belajar banyak hal dari orang yang sukses dengan kariernya.

Memasuki tahun ke 4 menjadi seorang penyiar radio di METRO Female 88,5 Surabaya (radio pertama hingga saat ini) saya masih merasa banyak hal yang harus dipelajari. Tidak hanya siaran, selama ini saya mencoba mengeksplorasi pengetahuan musik di era 80-90. Radio tempat saya bekerja memang memutar single-single di era 80-90 sampai era baru 2011. Namun saya sangat tertarik untuk mempelajari dan menemukan single langka era 80-90 yang pernah nge hits tapi terlupakan oleh banyak orang. Saya juga mulai belajar membuat program talkshow dengan tema-tema menarik dan narasumber yang sudah jadi pakarnya. Tidak hanya itu, saya juga penasaran dengan profesi marketing, sedikit demi sedikit saya mencoba belajar membuat kontrak kerjasama antara radio tempat saya bekerja dengan media cetak terbesar di Indonesia. Hasilnya, sukses. Terus berlanjut, saya mencari klien untuk beriklan di radio saya. Dan terima kasih Tuhan, sukses lagi. Tentu saja semua itu harus tetap berjalan. Selama bumi masih berputar, tugas kita adalah selalu berusaha dan belajar banyak hal.  

Kamis, 15 September 2011

9 Summers 10 Autumns, Keajaiban Dari Sebuah Kemiskinan

Pertama kali liat buku ini saat karyawan Gramedia menawarkan novel yang dibawanya. Dia menjelaskan panjang lebar mengenai kisah nyata Iwan Setyawan, anak sopir angkot dari kota batu Malang yang jadi direktur di New York City. Saya tidak terlalu fokus dengan apa yang dia jelaskan karena saya sedikit bingung, koq tumben ada pegawai Gramedia yang mempromosikan buku dengan cara seperti ini. Okey, mungkin ini "gaya" baru, pikir saya. Karena saya sedikit aneh dengan kejadian itu, akhirnya saya tidak begitu berminat untuk membeli novel itu. Sepulang dari Gramedia saya menceritakan pada sahabat kejadian yang saya anggap aneh di toko buku itu tadi. Saya juga menanyakan apakah dia pernah dengar judul novel yang ditawarkan karyawan Gramedia itu tadi. Ternyata dia tau, dan dia sangat merekomendasikan buku itu. Dia belum baca, hanya saja dia pernah melihat si penulis novel 9 Summers 10 Autumns ini pernah diundang diacara Kick Andy. Mulailah dia menceritakan secara singkat perjalanan si penulis, Iwan Setyawan. Mendengar sahabat saya bercerita ini saya jadi tertarik, keesokan harinya saya kembali ke Gramedia mencari buku itu. Sempet tanya ke karyawan yang ada disana, dan ternyata kebetulan dia sedang pegang novel itu. Dia memberikan novel itu pada saya, tapi juga menempelkan sticker dengan nama seseorang di novel itu. Begitu saya tanya untuk apa sticker itu, dia hanya bilang "gapapa koq, mbak". Hmmm... mungkin ini nama dia, mungkin buku ini sedang pasang target penjualan atau apalah yang membuat mereka akan dapat bonus kalau laku. Tapi entahlah, saya cuma menebak. Sampai rumah tanpa harus menunggu saya langsung baca buku itu. 
Inilah ulasan dari saya,

9 Summers 10 Autumns, Dari Kota Apel ke The Big Apple 
by Iwan Setyawan


Novel national best seller ini adalah novel kisah nyata. Ditulis oleh seorang anak sopir angkot di kota Batu yang akhirnya sukses menjadi Director, Internal Client Management di Nielson Consumer Research, New York. Dia anak laki-laki satu-satunya, anak ke tiga dari lima bersaudara. Di rumah kecilnya yang dihuni oleh tujuh orang mereka hidup bahagia, meskipun tidak bisa dipungkiri mereka hidup miskin. Sangat mengharukan ketika sang ibu harus memutar otak untuk menambah biaya sekolah anak-anaknya, entah apa yang dijual, piring, perabotan, semua itu untuk membantu suami yang hanya sopir angkot untuk membayar kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Baruntungnya anak-anak mereka termasuk si penulis memiliki prestasi yang luar biasa di sekolah. Sehingga mereka pun bersekolah di sekolah negeri yang sama. Seperti yang kita tau, sekolah negeri pasti jauh lebih murah dari pada sekolah swasta. Meskipun begitu kesulitan finansial masih terus dirasakan oleh keluarga si penulis. Biaya demi biaya membuat orang tua dan anak-anak mereka sama-sama mencari penghasilan. Semua itu dilakukan untuk hidup, untuk pendidikan. Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana mereka (si anak-anak ini) bekerja tapi masih selalu berprestasi di sekolah.

Si penulis, Iwan Setyawan, seorang yang pendiam dan lebih suka menyendiri. Dengan latar belakang keluarganya yang miskin dia sulit bergaul dengan orang lain, apalagi kalau orang itu dari kalangan berada. Tapi dia tidak pernah berhenti bermimpi untuk menjadi bagian dari mereka. Mereka yang sukses, mereka yang terlihat eksekutif. Semasa di IPB dia belajar dengan tekun, didampingin shalat lima waktu dan shalat sunnah. Semua dia lakukan untuk bertahan dan untuk meraih mimpinya. Dia bekerja keras menjadi yang terbaik di tempat kerjanya di Jakarta, menjadi berbeda dengan yang lain. Sampai akhirnya tawaran yang melebihi mimpinya datang. Tawaran untuk bekerja di New York.  Perjalanan yang sangat panjang, kesulitan yang panjang, tapi dengan kerja keras yang sama bahkan lebih. 

Buku ini sangat inspiratif. Bagus sebagai bahan renungan kita semua. Kemiskinan tidak menghalangi kita untuk mendapatkan ilmu dan pendidikan sebaik mungkin. Asal ada niat, ada perjuangan, ada doa, dan kasih sayang keluarga, kesuksesan bisa kita raih.      
 

Jumat, 09 September 2011

Alasan Dibalik Sebuah Pilihan

Tulisan ini dibuat karena akhir-akhir ini saya sering tercengang melihat orang-orang di sekitar. Seorang teman yang akan berulang tahun saya tanya kira-kira dia ingin dapat kado apa di hari ulang tahunnya. Dan dia jawab dia pengen banget dapat boneka. Oke oke, kalau jawaban ini keluar dari seorang perempuan imut nan lugu nan feminim nan suka malu-malu kucing nan manja nan lembut dan nan-nan lainnya yang menunjukkan dia cewek banget, pasti ini bukan jawaban yang mengejutkan. Tapi ini keluar dari mulut seorang perempuan yang gayanya rocker abis, tampilannya sangar, kalo baru kenal ama orang ini pasti langsung ciut karena takut dibentak. Nah lo, heran ga kalo ternyata dia mengharapkan dikado boneka, dan lebih mengherankan ternyata sepanjang hidupnya dia memang suka mengkoleksi boneka. Oh so cute ternyata. Hehehe.

Satu kasus lain. Saya baru mengenal seseorang. Cewek, kecil, imut, feminim, potongan berponi penuh ala korea gitu, suaranya kecil banget, lembut dan sangat sopan. Sedikit mengejutkan ketika tau dia suka lagu rock yang kenceng yang bagi saya bikin telinga cenat-cenut. Mengejutkan ketika saya tau dia ga bisa nonton film yang ga ada adegan bertarungnya. Lebih mengejutkan lagi ketika saya melihat dia pake celana jeans belel yang bagian dengkulnya sobek-sobek. Saya hampir pingsan dibuatnya. Hehehe.

Dari dua kejadian ini saya bertanya-tanya, "Oh...fenomena apakah ini???"
Ternyata setelah saya renungkan dalam-dalam, memang secara tidak sadar apa yang jadi pilihan kita adalah sesuatu yang bisa menyeimbangkan karakter kita. Teman saya yang bergaya rocker mungkin perlu penyeimbang kelembutan yang bisa dia didapat dari boneka. Boneka melambangkan masa kanak-kanak yang bebas, ceria, dan tanpa tekanan. Mungkinkah ini yang dia cari? Saya sendiri ga ngerti. Kasus kedua, teman saya yang punya poni korea ini, bisa jadi dia juga mencari penyeimbang diri. Karakternya yang kalem butuh sesuatu yang membuatnya berani dan kuat yang mungkin bisa dia dapat dari musik rock, film action, dan jeans belel itu tadi. 

Tapi sekali lagi, perlu saya pertegas itu semua masih kemungkinan, hanya tebakan saya. Karena saya juga memperhatikan diri saya sendiri. Salah satu yang paling dasar saja misalnya warna favorit yang sering kita pakai. Beberapa waktu yang lalu, saya suka sekali dengan warna cerah, condongnya ke warna pink dan merah. Saya suka warna cerah, dan kebetulan seorang teman yang ahli fengshui waktu itu menyarankan saya memakai warna cerah. Karena apa? Dia bilang saya membutuhkan warna cerah karena saya bukan orang yang cheerful. Untuk itulah saya butuh bantuan warna cerah yang membuat saya tampak cheerful atau mungkin warna itu merangsang saya untuk lebih ceria. Waktu itu saya juga suka warna pink, padahal waktu masih kecil saya sangat mengutuki warna ini. Mungkin saja ketika saya menyukai warna pink ini saya sedang mencari penyeimbang diri bagi saya yang waktu itu kurang feminim, kurang berkarakter perempuan. Sedangkan warna merah yang juga saya suka, secara tidak sadar saya gunakan sebagai penyeimbang karakter saya yang pemalu, dan cenderung tidak suka jadi perhatian atau sorotan. Hasilnya, dengan bantuan warna-warna itu tadi saya merasa terdorong untuk memiliki karakter sesuai warna. Dengan warna pink saya merasa lebih peka, lebih perempuan, dan cheerful. Dengan warna merah saya jadi lebih berani dan pede. Setelah saya mendapatkan semua itu, saya berganti warna favorit lain yang saya gunakan sebagai penyeimbang karakter saya yang lain. Misalnya ketika saya sudah terlalu banyak pake warna merah yang bikin saya tidak hanya jadi pemberani tapi juga jadi pemberontak dan gampang marah, tiba-tiba saya menyukai sesuatu yang berwarna biru, warna yang menenangkan. Semua pemilihan warna tidak pernah sengaja, tiba-tiba tanpa disadari.

Intinya dari tulisan ini, kemungkinan apa yang kita pilih entah itu apa yang kita pakai atau kita sukai adalah sesuatu yang secara tidak sadar kita pilih sebagai penyeimbang karakter. Kita tidak pernah sadar kenapa pilih itu, yang kita tau kita suka, titik. Tapi kalo kita pikir lebih dalam lagi, pasti ada alasan yang mendasar kenapa kita memilih sesuatu itu. 

Kamis, 14 Juli 2011

Makan Bakso Pak Djo Petra Manyar gratisss???

Untuk yang suka bakso nih, ikutan aja kuis di radio METRO FeMale. Caranya gampang, buka aja fan page facebook METRO FeMale 88,5 Surabaya. Nah disitu ada note tentang Bakso Pak Djo Petra Manyar. Ada 15 free voucher untuk anda yang beruntung. Langsung saja share mengapa bakso menjadi makanan favorit anda di kolom comment note itu atau di wall, atau twitter @METRO_FEMALE, jawaban ditunggu sampai tanggal 16 Juli 2011, dan pengumuman pemenang tanggal 18 Juli 2011. Bagi 15 orang yang beruntung anda bisa menikmati bakso Pak Djo secara gratis, di cabang yang baru di Ruko Kedungdoro 92 G. Yuk, buruan. Tunggu apalagi, lumayan kan bisa makan bakso enak, gratiss lagi ;D


Untuk lebih mudahnya, langsung saja buka ini ya: Makan Bakso Gratisss :D


After 12 years I Finally Found "Time Limit" by Ringo Hajiri

Beberapa hari yang lalu, terkasih saya ngasih kabar kalo dia berhasil mendapatkan komik yang saya incar-incar dari kelas 6 SD sampai sekarang 4 tahun jadi penyiar. Bagi saya komik ini sangat spesial, judulnya Time Limit, komik serial gitu. Saya ga pernah punya komik Time Limit, komik ini saya pinjam  dari teman, dan ternyata saya benar-benar jatuh cinta. Usaha untuk mencari di toko buku sudah saya lakukan, mulai dari Gramedia sampai toko buku bekas, tapi dari semua toko itu ga ada yang menjual, entah kehabisan atau sudah tidak produksi lagi. Saking jatuh cintanya sama komik ini saya sampe mohon-mohon sama teman untuk bisa memiliki satu seri dari komik Time Limit yang dia punya. Akhirnya, dia pun ngasih saya satu serinya *terharu*. Kejadian itu sudah sangat lama, waktu saya masih SD kelas 6, meskipun begitu saya masih terobsesi mendapatkan seri komplit dari komik Time Limit. Setelah menunggu 12 tahun akhirnya dapat juga. Belum ada ditangan sih, tapi paling tidak buku itu sudah dipesan sama terkasih saya, uuhh jadi tambah cinta, suit suit... ^,^

Time Limit by Ringo Hajiri

Kenapa komik ini sangat spesial bagi saya, satu-satunya alasan adalah komik ini slalu membuat saya tertawa terpingkal-pingkal. Meskipun sudah membaca (seri yang saya miliki) beribu-ribu kali, tetap saya masih tertawa seperti baru pertama kali membaca. Komik ini bercerita tentang gadis bernama Nina Onoda, seorang gadis kelas 1 SMA. Ia sederhana, polos dan ada satu kemiripan dengan saya, yaitu suka makan. Hehehe. Nina menyukai kakak kelasnya yang bernama Ogi, karena itulah dia ikut anggota klub ESP. Sebuah klub untuk mereka yang memiliki kemampuan khusus. Di klub itu ada  Ida Okada yang cantik dan menjadi saingan Nina. Ogi menyadari bahwa Nina memiliki kemampuan yang ajaib sehingga ia kagum pada Nina. Meskipun begitu tidak mudah bagi Nina untuk bisa memiliki Ogi seutuhnya, karena saingannya, Ida, selalu melakukan berbagai cara menghalangi mereka berdua. Komik ini bukan hanya sekedar komik cinta-cintaan yang cemen. Justru komik ini sangat amat teramat lucu. Nina, memiliki karakter lucu, kalau jaman sekarang bisa dikata lebay. Si penulis, Ringo Hajiri, pandai membuat gambar ekspresi yang tidak biasa dengan dialog yang sangat menggelitik. Ini adalah komik yang paling lucu yang pernah saya baca, dan satu lagi komik ini juga sangat cerdas.

Ini adalah foto komik Time Limit seri 2 yang saya miliki,

Sudah sangat usang tanpa cover depan, tertulis nama Ayu (nama sahabat SD saya yang memberikan buku ini)
Nina sang tokoh utama ga pernah tahan melihat makanan




Pengenalan tokoh
Salah satu adegan lucu Nina menghabiskan jatah makan malam keluarganya
Cover belakang yang tidak kalah usangnya
Ini seri lengkapnya, yang mau saya beli, saya ambil fotonya dari yang punya toko.
Yang terakhir adalah foto yang saya ambil dari toko yang akan saya beli komiknya. Meskipun sudah tidak sempurna lagi gak papa deh dibeli, saya sudah sangat berhasrat memiliki komik ini. Mengenai harga, ternyata harganya ga murah. Kalau jaman dulu harga satu komik Rp 6.500,00. Berarti kalau 7 seri Rp 45.500,00. Berhubung sekarang komik ini sudah menjadi komik unik dan langka harganya jadi 7 kali lipatnya. Ckckckckc. Mahal sekali. Yah, anggap saja ini harta karun, semakin lama semakin berharga. Siapa tau sepuluh tahun lagi komik ini jadi incaran para kolektor. Pertanyaannya, apakah saya rela melepas komik ini? Hmmm...kayaknya ga deh. hehehe :P


     
 

blush ON blush Copyright © 2015 -- Powered by Blogger