Sabtu, 19 Oktober 2013

September in Semarang (part 3)

Holaaa....

Kali ini saya masih ingin menulis tentang liburan ke kota Semarang, ini part yang ke 3, semoga yang baca nggak bosen yaaah.... Janji deh ini part yang terakhir, hehehe. Di tulisan saya yang pertama tentang liburan ke kota Semarang yaitu September in Semarang (part 1), saya menulis tentang event yang saya ikuti selama 4 hari yaitu Wisata Negara Raharja (WNR). Di tulisan September in Semarang (part 2), saya menulis tentang hotel tempat saya menginap, yaitu Hotel Grand Candi Semarang. Nah kali ini di tulisan saya September in Semarang (part 3), saya pengen share kegiatan di kota Semarang diluar acara WNR.

Di kota Semarang ada banyak tempat yang perlu dieksplorasi. Namun, karena kegiatan sudah padat dengan acara WNR, jadi nggak banyak tempat yang saya kunjungi. Yang paling wajib sih setahu saya kalau liburan ke kota Semarang yang harus dikunjungi adalah Lawang Sewu, Simpang Lima, kawasan pecinaan, sama apalagi yaaah??? *nginget-nginget*. Nah, dari yang saya sebutkan tadi hanya Lawang Sewu yang sempat saya kunjungi, hiks. Di Simpang Lima sih tiap hari selama di Semarang kami para rombongan peserta lewat sana, tapi nggak mampir. Setelah acara WNR pun sebenarnya saya masih punya waktu satu hari lagi untuk berlama-lama di Semarang, tapi ternyata saya males kemana-mana dan lebih memilih jalan-jalan di sekitar hotel. Meskipun ada banyak tempat wisata yang terlewatkan, tapi ada juga koq tempat-tempat lain yang juga saya kunjungi selama di kota Semarang.

Lawang Sewu

Sepertinya, saya harus berterima kasih dengan teman saya mbak Citta yang dari Balik Papan itu, kalau nggak ada dia mungkin saya nggak kemana-mana di kota Semarang selain ngikuti kegiatan WNR. Jadi waktu pagi hari begitu saya nyampe Semarang, teman saya langsung jemput saya di hotel Gumaya Tower. Karena acara WNR baru mulai sore hari, kami pun punya banyak waktu kosong. Akhirnya dengan peserta WNR dari Balik Papan dan Pontianak, kami menyewa beberapa mobil untuk jalan-jalan.

Tujuan pertama kali adalah Lawang Sewu. Dari hotel tempat saya di jemput yaitu Gumaya Tower Hotel, jarak Lawang Sewu ini nggak terlalu jauh, bahkan kalau saya boleh bilang lumayan deket. Untuk masuk ke kawasan ini perorang harus bayar Rp 10.000,00. Dengan biaya ini kami para rombongan akan ditemani oleh pemandu wisata dan berkeliling menelusuri Lawang Sewu. Sesuai namanya, Lawang Sewu, disini kita akan melihat bangunan lama bersejarah yang memiliki buanyak pintu. Beberapa ruangan dimanfaatkan untuk pameran lukisan, namun lebih banyak ruang yang nganggur dibiarkan kosong. Bahkan, ada beberapa ruangan yang sangat nggak terawat dan angker banget ngeliatnya. 

Habis berkeliling dari satu pintu ke pintu lain jadinya capek deh. Akhirnya, ngaso dulu lah sambil kipas-kipas, hehehe.


Foto dibawah ini terinspirasi dengan hayalan saya kalau malem-malem menelusuri Lawang Sewu dan tiba-tiba ada sosok dari dunia lain yang tiba-tiba kepalanya nongol dibalik daun pintu, serrreeemm. Supaya foto ini nggak serem, yang difoto harus smile, yuk kita smileeee ;D


Foto bersama rombongan dari Pontianak dan Balik Papan, saya satu-satunya yang dari Surabaya.


Selepas dari Lawang Sewu, kami langsung menuju tempat yang bisa buat ngadem, maklum siang hari cuaca di Semarang puanas minta ampun. Kayaknya lebih panas Semarang dari pada Surabaya. Waktu itu kami ngadem di suatu restauran yang saya denger-denger restauran ini adalah restauran es krim pertama di Semarang. Benarkah? Saya belum sempat googling. Restauran apa sih? Ini dia...

Toko Oen

Tampak dari luar, toko ini terkesan jadul. Dan dari dalam, jadul juga ternyata, hehehe. Ya iyalah, namanya juga toko bersejarah. Toko Oen ini bukan hanya sekedar toko, tapi merupakan restaurant, ice cream palace, dan pattisserie. Begitu masuk kita akan melihat sederet kursi dan meja bagi mereka yang memesan makanan, disampingnya ada toko yang menyediakan camilan buat oleh-oleh.


Kami para rombongan ada yang langsung beli-beli camilan, ada yang langsung duduk untuk memesan menu. Saya termasuk yang kedua. Udah nggak sabar ngadem dengan menu es krim nya.


Setelah memilih menu, sambil menunggu dihidangkan, saya berkeliling di restauran ini melihat-lihat interiornya. Dan saya menemukan foto pendiri restauran Oen. Ini dia...


Restauran ini juga pernah mendapat penghargaan loh dari luar negeri.


Percaya banget deh kalau ini adalah restauran jadul dan bersejarah, dibawah ini ada mesin kasir jaman dulu. Gede dan pasti nggak praktis gitu pake'nya, maklum waktu itu teknologi nggak secanggih sekarang ;p


Es krimnya sudah datang... Es krim dibawah ini namanya adalah Mocca Nougatin, harganya yaitu Rp 15.000,00. Rasanya seperti es krim pada umumnya sih, cuma yang bikin saya suka adalah biskuit diatasnya, ih sumpah, biskuitnya eeenak banget. Nah biskuitnya ini juga bisa kita beli di toko camilan yang juga ada di restauran ini.


Yang dibawah ini adalah es krim Tutti Frutti, konon es krim ini yang paling dicari di restauran ini, alias most wanted. Kayak apa rasanya? Ya sesuai namanya ya rasa buah, hehehe. Kalau pengen tau lebih lanjut rasanya langsung aja mampir di restauran ini kalau sedang ada di Semarang. Oh iya, harga Tutti Frutti ini dibandrol Rp 32.500,00. Lumayan mahal yah untuk ukuran seimut ini, hehehe.


Selain es krim restoran ini juga menyediakan bistik. Yang dibawah ini adalah bistik sapi, kalau Anda ingin mencoba bistik sapi ini Anda harus menyediakan kocek sebesr Rp 75.000,00.


Nah, untuk yang tertarik mampir di Toko Oen ini Anda bisa datang ke Jl. Pemuda 52, Semarang (tlp. 024 3541683, 024 3548339).

Lumpia Express

Habis kenyang menikmati es krim dan bistik di Toko Oen, kami masih belum puas ingin memanjakan perut lagi. Kali ini kami mau makan makanan yang bikin Semarang terkenal olehnya, yaitu... Lumpiaaaa, yaaay. Banyak toko yang jualan lumpia di kota ini, tapi waktu itu kami pilih Lumpia Express.


Disini lumpianya ada tiga macam. Ada yang plain (Rp 7.000,-/biji), original (Rp 12.000,-/biji) dan crab (Rp 18.000,-/biji). Untuk minumnya sendiri kalau nggak salah harganya Rp. 5000,- (maap lupa, hehe). Untuk rasa lumpianya sendiri, hmmm.... sepertinya saya jatuh cinta sekali sama lumpia ini. Rasanya eeenak banget. Beda banget sama lumpia yang ada di kota Surabaya. Rebungnya sebagai bahan utama isian lumpia ini juga sangat tidak bau. 


Kalau tertarik pengen coba lumpia ini, datang saja ke Lumpia Express, Jl. Gajah Mada 142, Semarang (tlp: 024 3547697)

Toko Souvenir

Sudah puas memajakan perut, rombongan kami beranjak ke toko oleh-oleh. Untuk oleh-oleh, kami mengunjungi Toko Souvenir Semarang (Pusat Budaya Semarang, Kedai Dhahar lan Jamu Gendhong). Sesuai namanya, toko yang bertempat di Jl. Mataram 653 Semarang ini, selain menyediakan oleh-oleh khas kota Semarang juga menyediakan jajanan ringan seperti gorengan dan juga jamu gendhong.


Kalau ingin menikmati jajanan atau gorengan dan jamu gendhong kita bisa menemui di lantai 1, sedangkan lantai 2 adalah toko oleh-olehnya.



Toko oleh-oleh ini juga punya lobby yang keren loh buat narsis-narsisan, hehehe.


Makanan Khas Semarang

Selama 5 hari di Semarang, untuk makan pagi, siang, malam, udah diatur semua oleh panitia WNR. Dan semuanya makan di resto hotel. Kebayang nggak gimana bosennya?! Kalau saya sih bosen banget. Karena itu, sesekali saya "bolos" makan di hotel dan nyari-nyari makanan yang lebih "seger" bagi lidah ndeso saya, hehehe.

Nah, salah satu penemuan saya adalah soto sapi. Sotonya jelas beda dengan soto daging yang ada di Surabaya. Rasanya enak'an mana? Menurut saya dua-duanya enak, dua-duanya saya suka, meskipun mereka punya perbedaan. Soto di Semarang rata-rata sepertinya memang disajikan dalam mangkuk ukuran kecil. Pertamanya, saya syok dengan penyajian ini, secara porsi makan saya harusnya mangkuk besar, alhasil saya pun nambah semangkuk lagi, hahaha.


Semangkuk soto sapi ini harganya Rp 13.000,00, ini tanpa nasi. Nasinya sendiri per porsi Rp 3.000,00. Untuk minumnya, waktu itu saya beli es teh, harganya Rp 2000,00. Makan soto sapi ini pun rasanya kurang lengkap kalau tanpa krupuk, jadi jangan lupa tambah krupuknya. Ada berbagai krupuk, misalnya saja krupuk udang, rambak, emping.


Ternyata warung ini lumayan terkenal. Tuh, gambar diatas ada beberapa artis dan orang penting yang pernah makan di tempat ini. Nah, kalau pengen coba menu yang bikin saya seger kembali ini, datang saja ke warung Nasi Pindang Kudus & Soto Sapi "GAJAH MADA", Jl. Gajah Mada 98B, Semarang (tlp. 024 3543966). Paling gampang sih ancer-ancer nya adalah hotel Gumaya tower. Soalnya, waktu itu saya sedang ada di hotel Gumaya dan iseng-iseng jalan kaki di depan hotel buat nyari makanan.

Selain soto sapi, saya juga hunting makanan lain, yang satu ini menu yang terkenal banget di Semarang, yaitu tahu gimbal. Tapi saya nggak tau tahu gimbal yang paling populer tempatnya dimana. Ini saya makan tahu gimbal di foodcourt yang tempatnya pas bersebrangan dengan hotel Gumaya Tower.


Selama di Semarang saya pun terus-terusan nyari makanan favorit saya, bakso. Akhirnya, di hari kelima baru saya sempet nemu bakso. Tapi yang agak aneh, bakso di Semarang pake ditaburi potongan mentimun. Aneh bener, tapi nggak papalah, bikin rasanya semakin juicy ;)


Yang terakhir, saya menemukan es krim home made khas semarang. Es krim yang diberi cap Njonja Besar ini saya temukan saat berada di resto Tanjung Laut. Lumayan enak, ada berbagai rasa seperti coklat, durian dan kacang hijau.


Nah, itulah tadi cerita saya tentang liburan di Semarang. Terima kasih sudah baca sampai habis, semoga nggak pusing karena tulisannya puanjang sekali, hehehe. Semoga bermanfaat, dan untuk yang mau liburan ke Semarang, selamat menelusuri kota Semarang ;)


Jumat, 11 Oktober 2013

September in Semarang (part 2)

Pada tulisan saya sebelumnya, September in Semarang (part 1), saya mengatakan kalau saya akan share seputar hotel tempat saya menginap selama di kota Semarang, yaitu hotel Grand Candi. Awalnya sih, kalau boleh jujur, saya sempet kecewa dapet kamar di hotel Grand Candi, karena waktu itu harapan saya dapat kamar di Gumaya Tower Hotel. Selain Gumaya Tower Hotel dijadikan tempat sebagai pusat kegiatan WNR, pas saya liat-liat di google hotel ini sepertinya menarik sekali, besar dan megah. Dan saat itu saya juga nggak googling hotel-hotel lain seperti Grand Candi. Jadinya, waktu itu saya pengen banget kebagian jatah dapat kamar di Gumaya. 

Tapi, setelah ada di lokasi, sepertinya saya suka sekali dengan hotel Grand Candi. Bahkan saya lebih suka hotel ini daripada Gumaya Tower Hotel, meskipun sih kedua hotel ini sama-sama bintang 5. Hotel Grand Candi berada di lokasi puncaknya kota Semarang. Disekitar hotel terdapat rumah-rumah mewah, restaurant-restaurant besar yang sangat berkelas, suasananya benar-benar nyaman. Berbeda dengan lokasinya Gumaya Tower Hotel, memang sih Gumaya ini lokasinya strategis, tengah kota, mudah buat kesana-kemari, tapi pemandangan sekitar hotel nggak banget, ruwet. Banyak warung-warung yang kurang tertata tampilannya.

Selain suasana di sekitar hotel, suasana di dalam hotel pun antara dua hotel ini jelas berbeda. Bagi yang suka dengan kemegahan, Gumaya adalah pilihan, tapi bagi yang suka dengan suasana adem dan suka art tentu Grand Candi jadi pilihan tersendiri. Sesuai taglinenya, "The gallery hotel", jelas di hotel ini mata kita dimanjakan dengan berbagai art yang unik alias nyeleneh.

Oh iya, selain itu saya sempet dapat kabar looh, kalau ternyata pak Presiden kita, Pak SBY, lebih milih nginep di hotel Grand Candi dari pada di Gumaya. Dan, gossipnya lagi, kalau di Grand Candi pak SBY suka pesen cake yang berlapiskan emas, tentunya emas yang bisa dimakan. Penasaran juga, gimaya ya rasanya makan emas? Tapi kalau saya mah nggak mau makan emas, cukup buat investasi aja, hehehe. 

Sebenarnya, saya nggak punya banyak data yang bisa saya share tentang hotel Grand Candi ini. Maklum, waktu itu benar-benar nggak terpikir untuk menulis hotel ini di blog saya. Tapi, paling nggak sih saya sempet foto-foto gitu beberapa art yang ada di hotel tersebut. Langsung saja kita lihat yuuk...



Art ini diberi nama The Flying Borobudur. Unik yah, kalau dilihat agak jauh, art ini terkesan melayang. 


Yang ini saya lupa namanya, intinya sih dari papan keterangannya art ini diciptakan untuk menggambarkan kalau jaman sekarang semua serba terbalik. Digambarkan bahwa manusia berada di posisi sebagai anjing, dan sebaliknya anjing berada di posisi sebagai manusia. 


Narsis duyuuu....Btw animal print sama dalmatians nggak beda-beda jauh amat yaah?! Hehe.


Lukisan yang paling banyak di hotel ini. Ada dimana-mana.





Gambar yang terakhir ini bikin saya terkesima. Menurut saya patung ini perpaduan antara aneh, serem, tapi bikin penasaran, udah gitu tuuinggi buangett. 

Yah, itulah tadi yang pengen saya share seputar hotel Grand Candi Semarang. Maaf beribu-ribu maaf karena nggak punya banyak data yang bisa share tentang hotel ini, karena ya itu tadi, awalnya saya nggak berniat pengen nulis hotel ini di blog. Tapi semoga para pembaca happy dengan arts yang saya jepret disana ;)


Selasa, 08 Oktober 2013

Chicken Shell Pasta, Mauuuu

Sebenarnya, saya sudah dalam tahap bosan yang sebosan-bosannya dengan makanan yang ada di restaurant, foodcourt, dan sejenisnya. Cukup sudah 5 hari di Semarang "disiksa" dengan makanan formal ala resto hotel. Nggak kenal pagi, siang, malam, yang disediakan oleh panitia adalah menu makan di resto hotel. Sebelum acara di Semarang ini pun sebenarnya saya sudah agak ogahan ketemu makanan resto, karena undangan pers sana-sani banyak yang menyajikan hidangan sedemikian rupa. Jadinya, sesuatu yang awalnya enak pun kalau terlalu sering jadi nggak enak.

Kemarin, karena saya dan temen janjian mau nonton di Tunjungan Plaza Surabaya, temen saya pun juga ngajak makan di mall tersebut. "Haduuh", keluh saya. Tanpa sungkan saya menolak dan sebagai gantinya saya bilang kita makan rujak cingur saja (bukan rujak cingur yang ada di mall atau resto, tapi yang di warung). Untung teman saya oke'in kemauan saya. Meskipun sih, pada akhirnya kami makan bakso yang lewat di depan rumahnya. Nggak papa, asal bukan segala makanan yang ada di mall atau resto. Entah lah, mengapa saya segitu bosannya dengan makanan ber"kelas" itu. Mungkin pada dasarnya saya orangnya katrok, sukanya makanan tradisional kampung yang bisa dinikmati tanpa table manner yang ribet, hehehe. 

Setelah menikmati satu mangkuk bakso yang seger dan pedes dengan kuah warna merah kecoklatan hasil dari saus dan kecap, saya dan teman saya pun langsung pergi ke mall untuk nonton.

Kami masuk ke dalam bioskop untuk menyaksikan film horror, Insidious Chapter 2. Saya dan teman sudah anteng duduk di kursi bioskop tapi film belum juga main. Berbagai tayang iklan muncul di layar bioskop. Dengan santai saya memperhatikan tayangan-tayangan tersebut, sampai pada satu tayangan iklan yang bikin saya menelan ludah dan kemudian.... ngiler. Iklan yang satu ini benar-benar membuat saya lupa kalau saya sedang bosan dan nggak ingin sama sekali makan-makanan ala resto. 

Apa sih yang saya liat?

Saya liat tayangan iklan menu baru Pizza Hut, yaitu Chicken Shell Pasta. Pas liat tayangan iklan ini saya langsung ngebatin, "kelar nonton, keluar dari XXI, langsung serbu Pizza Hut yang ada disebelah". Kemakan bener benak saya sama iklan kurang ajar ini, ahahaha.

Akhirnya, benar saja. Kelar nonton saya langsung ngajakin temen saya makan di Pizza Hut yang kebetulan ada di depan XXI. Langsung tanpa lihat-lihat buku menu saya langsung pesen Chicken Shell Pasta dan Orange Juice. Nggak seberapa lama, datanglah menu pesanan kami.

Yuhuuuu, ini dia...



Setelah melakukan tradisi orang Indonesia yang suka moto-moto makanan, hehehe, saya langsung makan pasta yang di bioskop tadi sempet bikin saya adem panas ini. Dan ternyata rasanya...

Eeenaaak. Jujur, menurut saya enak, lezat, dan saat ini, saat saya menulis blog ini saya masih pengen makan lagi *ngiler* *lagi*



Saya suka pastanya yang berbentuk kerang ini, lucu tampilannya. Isinya potongan ayam dan bayam. Disiram saus dengan taburan keju dan paprika hijau dan merah yang dipotong dadu. Tampilan dan rasanya benar-benar menggairahkan. Aaah, ternyata iklan yang saya lihat di bioskop itu nggak menipu. Setelah saya cari di youtube saya menemukan iklannya, ini...


Saya juga bikin komiknya. Komik sederhana siih, hehe.

Duh, nggak tahan bener ini. Nulis sambil mupeng gini ^,^

Senin, 07 Oktober 2013

September in Semarang (part 1)

Baru kali ini sempat nulis tentang liburan saya di kota Semarang. Ini adalah kunjungan saya yang pertama kali di kota yang terkenal dengan lumpianya ini. Awalnya sih, saya agak-agak males diajak ke Semarang ini, nggak menarik, kata saya. Tapi apa boleh buatlah, yang ngajak pacar saya, dan juga bukan tanpa alasan dia mengajak saya untuk liburan ke kota Semarang. Ya, dia mengajak saya ke Semarang dalam rangka kegiatan agamanya. Nama kegiatannya adalah WNR (Wahana Negara Raharja). Setahu saya, acara WNR ini diadakan setahun sekali dan lokasinya selalu berpindah-pindah di berbagai tempat di Indonesia, singkat kata, keliling Indonesia lah.

Langsung saja yah saya mulai ceritanya.

Kamis, 26 September 2013

Namanya juga kegiatan keagamaan, yang ada di benak saya pasti cuma doa, ceramah, doa, ceramah. Membosankan pasti. Tapi, ternyata saya salah besar, karena kegiatan WNR ini tidak melulu doa, sembahyang, ceramah, tapi juga banyak sekali hiburannya. Dimulai pas pembukaan acara WNR, acaranya meriah. Ada parade kostum dan musik yang heboh banget. Seperti ini nih fotonya... (Saya nggak sempat foto bareng, karena sibuk motoin temen, hehehe).


Pembukaan acara WNR ini berlokasi di Gumaya Tower Hotel. Dan memang sebagian besar acara WNR dilaksanakan di hotel ini. 


Tuh, yang ikut buanyak banget. Jumlahnya hampir 1.800 orang dari berbagai tempat, berbagai ras, suku dan bahasa di Indonesia.

Setelah acara pembukaan, para peserta menuju hotel masing-masing yang sudah diatur oleh panitia. Ada yang kebagian hotel Gumaya Tower, ada yang nginep di Hotel Best Western, ada yang di apartemen Mavel. Dan saya kebagian nginep di hotel Grand Candi. Hotel tempat saya menginap keren loooh. Sesuai tag linenya, "the gallery hotel" hotel ini menyajikan pemandangan karya seni yang indah dan sedikit nyeleneh. Nah, seperti apa hotel Grand Candi ini?! Next saya akan bikin tulisan tentang hotel Grand Candi Semarang. Sekarang saya nulis tentang WNR dulu aja kali yaaaah.

Jum'at, 27 September 2013

Setelah malamnya para peserta menikmati istirahat dan paginya sudah kenyang sarapan di hotel masing-masing, kegiatan selanjutnya adalah menuju hotel Gumaya Tower lagi. Pagi ini ada sembahyang bersama, yang kemudian disusul dengan acara ceramah. Sembahyang pagi saya nggak ikut dan lebih milih nunggu di lobi aja, tapi waktu ceramah saya ikut masuk di hall. Menarik, saya suka ceramahnya. Ada pengetahuan-pengetahuan baru yang saya dapatkan disana. Seperti apa sih ceramahnya? Hmmm, susah yah kalau diceritakan, karena saya nggak punya kemampuan untuk nulis ceramah yang saya dengar. Intinya sih, dari ceramah-ceramah di kegiatan ini saya jadi ingin berubah menjadi orang yang lebih baik dengan melakukan hal-hal yang positif untuk orang lain dan untuk bumi ini. Eeeaaa, hehehe. Hush, serius nih, hehehe.

Oke, back to acara (dan biarkan tentang ceramah2 itu jadi bahan renungan sy, bukan bahan tulisan, hehe). Setelah acara ceramah, para peserta menikmati menu makan siang yang disajikan oleh resto hotel Gumaya Tower. Menunya enak-enak sih, tapi kalau saya boleh jujur, saya lebih suka makanan di hotel Grand Candi, entahlah mengapa, hehehe. Nah, setelah kami kenyang, kami langsung ke acara berikutnya. Yaituuuu..... berangkat ke Tambak Lorok. Mo ngapain yaaah?.....

Kita mau menanam 15.000 pohon mangrove alias pohon bakau. Seru kan acara ini ada bakti sosialnya juga. Nah, sebelum berangkat, narsis2an duyuuuu....



Menuju Tambak Lorok, kami para peserta naik bus yang sudah disediakan. Turun dari bus, kita dioper untuk naik mikrolet. Saat naik bus sih masih nggak terasa panasnya kota Semarang. Pas giliran naik mikrolet, whuuiss....berasa banget panasnya kota Semarang. Udah gitu jalan-jalan kecil menuju Tambak Lorok ini juga nggak rata, jadinya pas duduk di mikrolet badan kami berguncang-guncang hebat, sampai-sampai kepala saya hampir kebentur atap mikrolet. Belum lagi bau-bau-an yang menyengat dari perkampungan warga di sekitar Tambak lorok. Entah itu bau apa, seperti ikan asin, atau terasi gitu. Perjalanan menuju Tambak Lorok ini memang tidak mudah dan sangat menantang, selain panas, jalan yang nggak rata, bau-bau-an yang menyengat, kami para peserta yang satu mikrolet didominasi ibu-ibu ini, juga harus merasakan perjalanan yang muter-muter nggak jelas alias nyasarrrr. Ya, kami nyasar, si sopir sepanjang jalan ngomel-ngomel nggak jelas, satu ibu-ibu mulai nggak tahan dengan perjalanan itu dan akhirnya muntah. 

Meskipun perjalanan ini terkesan sangat kacau namun banyak hal positif yang saya temukan disini. Misalnya, para ibu-ibu yang ada di mikrolet ini. Sedikitpun saya tidak mendengar keluhan dari mulut mereka. Oke-oke, ada sih yang mengeluh tapi oleh ibu2 yang lain ditimpali dengan becandaan yang membuat situasi lebih menyenangan. Bahkan, saat pak sopir ngomel-ngomel terus karena nyasar, ibu-ibu ini pun memilih untuk tepuk tangan dan mulai nyanyi... "Disini senang, disana senang, dimana-mana hatiku senang". Saya ikut menyanyi dan cekikik'an setelahnya. Suasana yang mungkin harusnya bikin kita badmood, malah terasa sangat seru ;)

Akhirnya, sampai juga lah kami di lokasi penanaman 15.000 pohon mangrove. Kami turun dari mikrolet dan bergabung dengan ratusan peserta lain yang sudah sampai lebih dulu. 



Semua peralatan sudah disediakan oleh panitia. Mulai dari pohon mangrove/ bakau yang akan kami tanam, sekop, sampai sepatu booth. Namun sayangnya, saya dan teman saya yang bernama mbak Citta ini kehabisan sepatu booth, nyekerlah jadinya (nggak pakai alas kaki) daripada sandal kami kotor terkena lumpur laut.


Setelah kami menanam pohon mangrove, saya dan teman saya masih ingin menyusuri Tambak Lorok ini, biasa...pengen cari-cari lokasi buat narsis2an, wkwkkw. Dan inilah hasilnya....




Action.... *jepret*




Acara nanam-menanam berakhir dan kita kembali ke hotel masing-masing untuk membersihkan diri dan istirahat. Setelah itu lanjut di sore harinya berangkat ke hotel Gumaya Tower Hotel untuk makan malam, sembahyang, dan ceramah. Kali ini ceramahnya berbeda dari kemaren. Jadi acaranya dikemas  seperti talkshow, ada mc atau moderator, ada peserta yang bercerita, dan ada penceramah. Acaranya seru, lucu dan ada "isi"nya, nggak kayak ceramah-ceramah yang biasa kita lihat di tv ;)

Sabtu, 28 September 2013

Pagi hari, seperti hari-hari sebelumnya, kami sarapan di hotel masing-masing. Kemudian langsung berangkat lagi ke Gumaya Tower Hotel untuk sembahyang, ceramah, dan kemudian makan siang. Makan siangnya kali ini menunya adalah seafood, yuuuhhuuiii. Nah, karena pesertanya hampir 1.800 orang, resto seafoodnya dibagi dua, yaitu di Tanjung Laut dan di Kampung Laut. Untuk peserta hotel Grand Candi (yang termasuk saya) kami kebagian di resto Tanjung Laut. Lokasinya, lumayan jauh ya dari tengah kota, tapi tempatnya kerreeen, meskipun sih kalau boleh jujur, saya nggak sampai jatuh hati sama hidangan yang disajikan. Oke, lupakan negatifnya, karena masih banyak positifnya yang akan saya ceritakan tentang Tanjung Laut ini. Jadi, Tanjung Laut ini susananya enak banget, anginnya sepoi-sepoi, selain menikmati menu hidangan yang sudah disajikan kitapun juga bisa mancing ditempat ini. Seru banget nih untuk yang suka mancing. Selain itu juga ada stage yang diisi oleh live music. Penasaran, seperti apa sih resto Tanjung Laut? Ini dia...









Kenyang makan siang di resto Tanjung Laut, para peserta WNR kembali ke Gumaya Tower Hotel. Acara berikutnya adalah sembahyang sore, kawin massal, dan hiburan malam kesenian di Akpol (Akademi Kepolisian). Sayangnya, pas kawin massal saya nggak sempat foto2 momennya, abisnya saya kebagian duduk paling belakang di hall itu. 

Pas hiburan malam di akpol pun nggak banyak foto yang saya dapatkan. Kali ini bukan karena kebagian tempat duduk paling belakang, tapi karena saya udah seru sendiri sama acaranya. Misalnya, sebelum pertunjukan di mulai, para peserta bisa mengambil makanan secara gratis di bazar yang sudah disediakan. Ada banyak makanan disana, mulai dari nasi gadul, tahu gimbal, tahu baso, wedang ronde, dll. Setelah puas menikmati makanan yang ada di bazar, kami dihibur dengan arak-arak'an penganten massal tadi. Ada tarian yang dibawakan oleh banyak sekali penari, ada juga replika gajah yang guedhe banget. Wah seru deh, sampe beneran saya males motret saking pengen menikmati hiburan itu. 

Pas di dalam hall akpol, baru saya sempet motret2 lagi, itu pun juga nggak banyak, karena sekali lagi, saya ingin menikmati hiburan yang disajikan malam itu.


Kebanyakan foto saya didominasi foto bareng temen saya mbak Citta. Foto sama pacar mana yaaah?? Hehehe.

Ini adalah salah satu hiburan malam kesenian di akpol, Semarang...


Minggu, 29 September 2013

Hari ini adalah hari terakhir acara WNR, yaitu acara Doa Bersama Untuk Bangsa. Acara ini pun dihadiri oleh bapak Menteri Agama RI dan para pejabat. Lagi-lagi saya nggak bisa mengabadikan momen-momen yang berlangsung, soalnya, kata mbak mc nya kita dilarang ambil foto kecuali yang bertugas, ya sud deh. Tapi, keesokan harinya, saya sempet motret koran dinding di Semarang yang menulis acara ini.


Pertama kali ikutan acara WNR, over all menurut saya acaranya seru dan menyenangkan. Tahun depan mauuuu dong ikut lagi. Denger-denger acaranya di Bali. Wah, pasti lebih seru nih.

Oh iya, satu lagi yang ketinggalan, souvenir WNR. Kami para peserta dapet souvenir keren ini....


Souvenir ini terbuat dari benang katun kombinasi sutera yang ditenun kemudian dibatik dengan motif batik khas Semarang (Asam-Arang) yang dikombinasikan dengan batik tulis. Sesuai dengan tema acara, tulisan pada kain ini adalah "Wani Warna-Warni Dadi Oye".

Yup, itulah tadi cerita saya tentang acara WNR. Tapi saya masih punya banyak cerita lainnya tentang kota Semarang. Kan kelar acara WNR, saya nggak langsung pulang ke Surabaya tapi masih nginep satu hari lagi. Next, saya akan nulis blog lagi untuk September in Semarang part 2 ;)

Jumat, 04 Oktober 2013

Curhatan PMS

Hmmm... Sepertinya lamaaaa sekali nggak pernah nulis blog. Kira2 sudah hampir 2 bulan. Apa yah kira2 yang bikin saya nggak pernah nulis blog lagi.... Sibuk? Ga sempet? Malas? Ga ada cerita? Cerita sih banyak, buuanyak banget malah. Mungkin saking banyaknya ini, saya sampai bingung harus nulis yang mana dulu. Ditambah lagi, konsentrasi nulis saya harus terpecah oleh tugas2 kantor yang never ending story ini. Pengennya nulis blog tapi merasa berdosa karena kerjaan belum kelar, akhirnya saya memutuskan nggak nulis blog dulu demi ingin menyelesaikan kerjaan kantor. Tapi eh koq ya kerjaan kantor juga nggak kelar2. Emang nggak ada kelarnya kayaknya yaaaaah. Ya sud lah, malam ini saya coba nulis blog lagi. Karena sebagai pemanasan, tulisan ini bukan tulisan serius. Pengennya curhat2 nggak jelas aja. 

Kali ini pengen curhat apa yaaaah???
Hmmm..... *mikir*
Oke....
Saya mau tanya nih, kalau kalian mau mens alias PMS alias pre menstruasi sindrom, bener nggak sih kalian bakal suka badmood? (Pertanyaan ini sudah jelas yah ditujukan ke pembaca perempuan).
Nah, inilah yang saya alami saat ini. Menjelang mens rasaya males ngapa2in, gampang tersinggung, kalau marah dikit pengen nangis, kalau liat yang agak2 menyentuh juga gampang mengeluarkan air mata. Aneh sih. Tapi apa bener yah itu karena PMS? Jangan2 kita para perempuan cuma cari pembenaran aja supaya kita nggak salah atas situasi seperti ini. Menurut berbagai artikel yang pernah saya baca sih kalau perempuan PMS ya emang begitu, gampang sensi, suka bete, dan sejenisnya lah. Tapi apakah kita nggak bisa menangkal atau mengatur emosi kita saat sedang mens? Hmmm... Siapakah yang bisa menjawab pertanyaan ini?

Kalau dipikir-pikir gapapa juga kali ya ngalami PMS, toh cuma sebulan sekali itupun cuma berlangsung sebentar, paling cuma 2 atau 3 hari. Masih untung (bahasanya orang Indonesia banget, hehe) tanda2 PMS ini nggak kita miliki sebagai karakter kita sehari2. Gawat juga yah kalau setiap hari kita bete terus, bisa2 mati muda, hehehe.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Perubahan Itu...

Saya selalu teringat dengan kalimat Pak Mario Teguh dalam acaranya di METRO TV, Mario Teguh Golden  Ways. Kalimat apakah itu? Dari banyak kalimat yang menginspirasi yang satu inilah yang selalu ada di pikiran saya. Yaitu...."kita tidak bisa melakukan perubahan kalau melakukan hal yang sama", yah kira-kira seperti itulah maknanya.

Sadar tidak sadar kita sering terjebak oleh rutinitas. Melakukan itu-itu saja dan terus berulang. Inilah yang membuat kita nggak pernah berkembang, pikiran nggak bisa berpikir kreatif & kita cenderung puas dengan apa yang kita lakukan dan kita dapatkan. Sebagian orang memang bisa menerima kondisi ini dengan bahagianya (keliatannya sih gitu), tapi saya bukan tipikal yang seperti ini. Saya pembosan akut kut kut. 

Ketika saya mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja biasanya saya akan gampang uring-uringan dan bayangan kalau sampai tua saya akan melakukan pekerjaan itu sering datang dan mulai jadi mimpi buruk. Untuk mengatasinya, tentu kita harus mengasah ketrampilan lain. Pekerjaan utama yang seharusnya dikerjakan memang nggak harus ditinggalkan, karena bisa aja kan itu berhubungan dengan mata pencaharian kita. Tapi mungkin kita bisa mengasah bakat dan kemampuan kita yang lain, karena siapa tau itu bisa meningkatkan karir kita. Misalnya nih, saya kan penyiar radio. Kurang lebih 5 tahun siaran jelas bikin jenuh. Pengen perubahan. Mulailah saya belajar ini itu, dan akhirnya sekarang selain penyiar saya juga jadi program director. Selain itu saya juga bisa jadi marketing looooh, jadi kalau ada yang mau kerja sama di radio saya, silahkaaaan (jiah, malah promosi, hehe).

Tapi yah, kadang kita males untuk serius belajar hal baru. Atau kalau kasus yang saya alami baru-baru ini, saya kecapek'an belajar hal-hal baru. Saya pengen sejenak saja istirahat, sejenak aja jadi kayak anak kecil yang boleh bermain-main sepuasnya, sejenak aja nggak terbebani dengan ini itu. Tapi kalau saya melakukan itu semua, saya malah khawatir. Khawatir kalau saya akan tertinggal dan tidak melakukan perubahan.

Sebenarnya kekhawatiran itu tidak perlu terjadi. Tidak perlu takut kehidupan kita akan tertinggal atau takut tidak ada perubahan. Justru keluar dari rutinitas adalah perubahan. Keluar dari belajar hal-hal baru dan menikmati waktu bersantai itu adalah perubahan. Asaaal, santainya juga jangan keterusan. Harus ada perubahan lagi menjadi tidak bersantai.

Ehem. Sebenarnya saya bingung dengan apa yang saya tulis saat ini. Maksud hati diawal tadi, saya ingin nulis tentang perubahan warna rambut saya alias hair coloring. Tapi koq mampirnya, ke Pak Mario Teguh, belajar hal baru, bersantai-santai, pengen kayak anak kecil. Oh, aneh sekali, hehehe. 

Intinya, sebenarnya yang ingin saya sampaikan....kita harus berubah. Kita sedang membicarakan perubahan. Hidup nggak bisa selalu sama. Sangat susah memang membuat suatu perubahan yang besar, untuk itu kita harus membuat perubahan yang kecil dulu. Kalau dilakukan dengan konsisten saya yakin kita bisa melakukan perubahan besar seperti yang kita harapkan. 

Saya ingin melakukan perubahan yang sangat besar. Tapi entah datang dari mana pikiran kalau saya ingin membuat perubahan, saya harus merubah warna rambut saya sendiri. Hmmm, mungkin ini semacam insting ya. Oke, mungkin ini tampak konyol. Tapi rasa-rasanya saya bisa merasakan ini. Warna rambut saya selama ini adalah hitam. Terakhir saya mengecat rambat 4 tahun yang lalu. Kira-kira tahan 1 tahun karena rambut saya cepat panjang dan berganti. Setelah itu berarti saya kembali berambut hitam selama 3 tahun sampai sekarang. 3 tahun ini bukan waktu yang singkat mengingat setiap hari saya ngaca, apalagi sehari ngacanya berkali-kali. Nah lo, gimana bosennya nggak akut melihat penampilan diri sendiri depan cermin. Karena itulah, saya memutuskan untuk merubah warna rambut saya. Dan ini pertama kalinya saya pake yang warna ini. Nama warnanya waktu saya liat di salon adalah dark blonde. Tapi ga usah dibayangin blonde nya, karena hasilnya warna coklat kemerahan. Saya nggak tau ya, ini insting atau sugesti. Dengan saya punya rambut dengan warna bukan hitam ini, saya jauh lebih agresif, jauh lebih terpacu untuk membuat perubahan-perubahan lain. Berbeda ketika rambut saya masih berwarna hitam, saya cenderung...tidak bergairah. Dan selalu merasa tua, hehehe.

Mungkin pendapat orang-orang beda mengenai ini. Tapi coba deh lihat foto before & afternya saya. Saya koq ngeliat yah, kalau saya yang berambut hitam itu tampak "kelam". Sedangkan yang berambut berwarna dark blonde itu lebih gimana gitu....


Saya suka banget dengan tampilan rambut baru saya. Paling nggak saya sudah terbebas dari beban kebosanan berambut hitam, hehehe. Tapi meskipun pembosan akut, saya kalau udah setia pada satu hal tetap selalu setia looh. Misalnya saja sama pacar saya yang kira-kira udah 5 tahun pacaran, juga sama hape butut nokia saya yang selama ini menghubungkan saya dan pacar yang LDR ;)

Oh iya, semenjak berganti warna rambut saya jadi narsis abis. Suka foto-foto terus dan upload di sosial media. Saya tanya ama pacar, "kenapa sih koq kayaknya aku jadi kayak abg narsis gini, padahal kemaren-kemaren sempat anti sama kamera", trus dia jawab, "gapapa, itu artinya sekarang kamu jauh lebih pede karena tampilan baru mu". Hmmm, bener juga sih, hehehe. Ah, dia paling bisa ngerti *terharu*

Mumpung di blog juga bisa upload foto, saya juga nggak mau ketinggalan aaah pamer warna baru rambut saya, hehehe. Buat yang suka dan memuji dalam hati, terima kasih ya. Buat yang pengen munt*h...go to hell lah *kidding* ;D


Rabu, 14 Agustus 2013

Despicable Me 2, Wajib Nonton!!!

Hayooo, siapa yang belum liat film Despicable Me 2 ?
Rugi loh kalau nggak nonton, soalnya film ini lumayan menghibur. Awalnya saya skeptis sih kalau film ini bakalan bagus, soalnya yang Despicable Me 1 saya nggak terlalu segitunya. Apalagi minionsnya gitu-gitu aja, sama semua. Apa menariknya coba? 

Tapi, setelah iseng-iseng liat yang ke 2, waaah ternyata menghibur juga. Saya ketawa cekikik'an terus dalam bioskop. Hehehe. Apalagi harapan saya tercapai untuk melihat minionsnya tampil lebih beda. Salah satunya, kostum mereka lebih bervariasi. Kayak ini nih...

Tuh kan lebih enak dilihat dari pada minions seri pertama yang tampilannya cuma itu-itu aja.Selain itu, di seri yang ke dua ini para minions nya juga punya porsi yang lebih besar untuk tampil. Oh iya, selain kostum-kostum yang cute ini, ada juga tampilan minions yang agak "menyeramkan" saat adegan mereka disuntik cairan kimia sama si penjahatnya. Dari yang awalnya warna kuning berubah jadi warna ungu dan berambut gondrong gitu.

Yang paling saya suka dari semua tampilan dan scene para minions ini adalah saat mereka bergaya ala boyband All 4 One dan nyanyi lagu "I Swear". Liriknya jelas beda, karea minions ini punya bahasa sendiri, satu-satunya yang bisa dimengerti saat mereka harusnya menyebut "I Swear" tapi diplesetin jadi "Underwear", kontan seluruh yang ada di bioskop ketawa ngakak semua. Kecuali anak kecil kali yah, apa mereka tau lucu nya dimana?! Secara mereka pasti nggak tau lagu itu. Hehehe. Ini scene para minions nyanyi dan berdandan ala boyband All 4 One...

   
Dan, apakabar Gru si pemain utama???
Yah, saya suka banget dengan Gru yang sekarang. Totally family man. Sayang anak gitu deh dan tentunya ketiga anak angkatnya juga sayang dia. Di seri yang ke dua ini Gru akan menemukan jodohnya. Meskipun dari awal sudah bisa ditebak ending kisah cinta Gru ini tapi kita sebagai penonton masih bisa terhibur kok menyaksikan jalan ceritanya.


Pokoknya, saya suka banget sama film ini. Benar-benar menghibur, apalagi waktu itu saya lagi pening-peningnya sama urusan kerja, hehehe. Kita harus berterima kasih dengan yang bikin film ini nih, terutama si sutradara Pierre Coffin. FYI, Pierre Coffin ini putra dari sastrawan terkenal Indonesia NH. Dini dengan mantan suaminya, Yves Coffin, yang seorang diplomat Prancis. Ini foto NH. Dini bersama Pierre Coffin dan kakanya, Marie-Claire Lintang sewaktu mereka masih kecil...

Kayaknya si Pierre waktu kecil lebih mirip bapaknya yah. Meskipun saya juga nggak tau bapaknya kayak apa, hehehe,  yang jelas si Pierre kecil ini bule banget. Dan bagaimana dengan sekarangnya...

  
Ada mirip-miripnya nggak dengan orang Indonesia? Saya nggak mau sok tau deh dengan mencari kesamaan dengan ibunya, hehe. 

Oh iya, sebelum saya closing, buat yang belum nonton dan akan nonton, coba deh perhatiin kalau minions nya ngomong. Karena menurut informasi yang saya baca dari web nya VOA Indonesia, si Pierre bilang kalau minions nya juga ngomong bahasa Indonesia, yaitu kalimat "Terima kasih". Waktu saya nonton nggak ngeh sih. Duh, gini ini jadi pengen liat filmnya lagi deh biar tau bagian mana yang minions nya ngomong "Terima kasih".

Selasa, 09 Juli 2013

Rejeki Menjelang Ramadhan

Seneng deh menjelang bulan penuh kesucian ini banyak rejeki, rejekinya bertubi-tubi lagi. Berturut-turut selama 5 hari menjelang bulan Ramadhan. Kali ini rejekinya berupa makanan, datengnya dari temen, pendengar, tetangga dan satu lagi dari seseorang yang awalnya nggak diketahui "identitas"nya. 

Hari pertama, tepatnya 05 Juli 2013. Dua temen sekantor berulang tahun, yang satu traktir twisty kfc yang satu lagi ngasih kue-kue dimasukin ke kotak kardus gitu. Twisty kfc ini fanatik banget saya sukanya, dari saya kelas 6 SD sampai sekarang. Nah, panteskan kalau saya menyebut diri saya fans fanatik, hehehe. Untuk kuenya sendiri, ada tiga macam yang dimasukin dalam kotak kardus, saya suka banget sama kue dengan topping abonnya. Enak. Yang dua dimakan sama orang rumah. Sayangnya sih, saya nggak sempat jepret makanan itu. Jadi ga bisa dipamerin di blog ini deh ;(

Hari kedua, 06 Juli 2013. Tiba-tiba teman sekantor sms, bilang kalau saya nggak perlu bawa bekal. Katanya, di kantor ada nasi kotak dari pendengar yang lagi ultah. Begitu nyampe kantor, nasi kotaknya saya buka, WOW...agak-agak norak reaksi saya liat nasi ini, secara baru pertama liat nasi goreng berwana hijau. Dan setelah saya makan, hmmm...rasanya nggak kalah sama tampilannya yang cantik. Pengen liat tampilannya? Ini dia....


Hari ketiga, 07 Juli 2013. Pulang kantor sore hari habis bermacet-macetan ria, perut laper banget. Tapi eh, pas nyampe rumah, nyokap nyodorin nasi kotak. Kata nyokap ini dari tetangga yang lagi syukuran. Ga sabar langsung saya buka. Yesss!!! Ikan bakar gurami, nasi, sambal pencit (sambal mangga muda), dan sayur urap-urap. Mentep wess iki, langsung lahap saya makannya. Tapi sebelum makan saya pindahin dulu ke piring, nggak enak kalau makan ikan bakar di kotak kardus kayak gini, enak pake piring biar puas.


Hari keempat, 08 Juli 2013. Ini agak ribet ceritanya. Karena baru keesokan harinya (hari ini) saya tau siapa sejatinya yang ngasih makanan ini. Jadi pas saya siaran kemaren, temen bilang kalau office boy kita ultah dan mau traktir. Dia nanya mau pilih nasi penyetan apa, nah karena kemaren udah makan ayam juga udah makan ikan, jadinya saya pilih yang lebih sederhana tapi ini juga makanan kesukaan saya. Saya pilih nasi, tempe, tahu, telur, lalapan, sambal. Beneran deh enak loh nasinya, apalagi lalapannya ada daun kemanginya. Saya suka daun kemangi, seger dan tentu saja wangi, berasa mengunyah parfum, wkwkwkw. 

Makanan abis, saya pun ngobrol sama temen lain yang juga masih sekantor, dari obrolan itu ternyata saya tau yang traktir nasi itu bukan ob tapi penyiar radio bawah (radio Wijaya). Ya udah deh, karena baru hari ini ketemu saya nyamperin dia untuk ngucapin terima kasih. Tapi eeeh, lha koq dia bilang, "Bukan aku itu, non. Itu dari pak satpam". Jiiiaaah, bingung kali saya dibuatnya. Mengapa makanan yang satu ini sulit sekali diketahui rimbanya. Akhirnya, saya nyamperin pak satpam baru kita. Dan sebelum mengucapkan terima kasih (dari pada kecele lagi) saya nanya dulu nasi yang kemaren bener nggak dari dia. Dan dia dengan senyumnya yang manis mengangguk iya. Baru deh saya mengucapkan terima kasih, hehe. Dalam hati saya ngebatin, baik banget ya pak satpam baru ini. Ini yang pertama kali satpam di tempat kami bagi-bagi rejezi *terharu* ini dia nasi penyetannya...



Hari kelima, 09 Juli 2013. Kejadian berturut-turut ini sangat membuat saya takjub. Rezeki yang Dia datangkan nggak habis-habis. Mulai dari teman, pendengar, pak satpam, dan hari ini yang bagi-bagi rezeki datangnya dari bos kami. Kue yang ada tiga macam dalam satu kotak kardus ini katanya syukuran ultah cucunya. Baru saya makan satu, enak loh. Ini dia saya jepret...


Dapet rezeki kayak gini tentunya seneng baget. Kita harus banyak bersyukur karena banyak yang perhatian sama kita dan rela berbagi rezeki dengan kita. Tapi, jangan mau dikasih aja. Sebaliknya, kita juga balas memberi, yah nggak harus langsung saat itu juga sih. Misalnya, bisa saat kita dapet rezeki lebih atau saat ada momen-momen tertentu. Saling memberi saling menerima, take and give. Pasti indah sekali kalau kehidupan seperti itu. Apalagi besok udah masuk bulan Ramadhan, perbanyak perbuatan baik dan jangan lupa untuk selalu bersabar. 

Oke, itu dulu cerita saya hari ini.

Happy fasting ;)

Minggu, 07 Juli 2013

Yang Bikin Ga Produktif

Happy sih, tapi merasa bersalah. 

Inilah saya, yang kalo udah punya maenan (game) baru atau liat drama korea ga bisa berhenti mainin atau liatin drama korea itu. Semacam ketagihan. Dan kemudian merasa terjebak karena saya nggak melakukan kegiatan produktif dalam dunia nyata. Misalnya, kerja ya asal kerja, ga bikin sesuatu yang kreatif, nge-blog jadi sering ditinggal, telpon2an ama pacar jd males karena lebih milih main game. Parahya, kadang semalaman saya nggak tidur hanya karena liat serial drama korea. Beneran nggak tidur looh, gilak bener sampai mengorbankan kesehatan. Hfff. Padahal sehabis saya bergadang saya langsung kerja, nah pas kerja otomatis berantakan semua, lha ngantuk setengah mati, nggak bisa konsen. Parah banget kan kalau saya ketagihan.

Beberapa orang mungkin bisa mengontrol hal ini. Tapi nggak dengan saya, makanya saya lebih suka menghindari sama sekali. Kayak drama korea yang biasanya saya tonton di internet sekarang sudah sama sekali saya lepas. Ngeliat temen masih aktif liat drama korea itu sebenarnya saya masih pengen sih. Tapi, nggak, saya nggak boleh. Bisa kacau kalau saya nonton, kerjaan jd ga produktif, sedangkan saya sangat dituntut untuk jauh lebih produktif, mengerjakan banyak hal kreatif yang berhubungan dengan program radio. Belum lagi blog saya yang harus saya urusin, kalau lama ditinggal bisa-bisa blog ini penuh sarang laba-laba, dan saya sebagai pemiliknya bisa-bisa berubah jadi spider woman. Hehehe. Ga lucu yah?! :p

Tapi yah, yang namanya jebakan itu slalu ada dimana-mana. Lolos dari drama korea, eehhh...malah kejabak ama game. Ya, baru-baru ini waktu saya cukup tersita ngurusin hotel di game ipad mini saya, nama gamenya Hotel Story. Seneng deh ngumpulin duit dari pengunjung, nge-dekor ruangan, trusss apalagi yah....untuk sementara cuma itu saja sih, hehehe. Tapi mengapa yah kok berasa seneng banget. Mungkin dengan bermain game ini kita berasa beneran membangun bisnis hotel, jadi berasa punya hotel beneran gitu. Siapa sih yang nggak pengen punya hotel?! Saya jadi ingat, dulu pacar saya pernah bilang, "gimana kalau suatu saat kita bikin hotel untuk backpacker?". Dia bilang, kayaknya bisnis ini akan berkembang pesat karena banyak orang biasa (maksudnya bukan orang kaya) yang sekarang punya hobi travelling. Dan tetu saja, karena budget mereka nggak banyak mereka akan pilih hotel murah tapi nyaman. Dengerin pacar saya menjelaskan panjang lebar saya jadi tertarik. Tapi, masalahnya sekarang untuk membangun hotel JELAS kita butuh modal yang nggak sedikit dan yang pasti ini yang saya dan pacar nggak punya. Jangankan bikin hotel, beli rumah aja belum mampu, hehehe. 

Nah, mungkin inilah salah satu alasan saya bisa kejebak ama game Hotel Story, hehehe, ngeles, cari-cari alasan. Tapi, mungkin memang bener loh, alasan mengapa orang suka main game, atau juga berlaku buat yang ketagihan seria drama. Mungkin ada hal-hal yang nggak bisa kita dapatkan dalam dunia nyata, dan game/serial drama mampu memenuhi kebutuhan/hasrat kita meskipun semu. Misalnya nih, game, game ini bisa memberikan kepuasan tersendiri setelah kita berusaha memecahkan masalah atau berhasil mendapatkan sesuatu. Nah, dalam dunia nyata, nggak mudah bagi seseorang untuk memecahkan masalah atau berhasil mendapatkan sesuatu, setidaknya tidak semudah game yah. Jadi ketika main game, kita punya kepuasan yang sama tapi semu, hanya sebentar karena habis itu kita berhadapan lagi dengan dunia nyata. Sama halnya dengan serial drama, serial drama bisa memberikan kepuasan tersendiri ketika kita menyaksikan jalan ceritanya, bagaimana pemain di dalamnya menderita kemudian berhasil mengatasinya, semua jalan cerita itu mampu membuat kita sejenak lupa dengan permasalahan yang kita hadapi, dan saat itu juga kita akan merasa lebih baik. Tapi, setelah kembali ke dunia nyata yah kita balik lagi dengan masalah yang kita hadapi. Tapi, kalau kita penonton yang cerdas harusnya tontonan yang kita liat bisa lebih menginspirasi kita untuk melakukan yang lebih baik yah. Ini tergantung siapa yang nonton sih DAN tergantung juga tontonanya apa, kalau serial Indonesia mah...sori-sori aja yah, bukannya saya menghina tapi saya pengen lebih jujur aja kalau serial Indonesia jauh dari mendidik.

Btw, tulisan saya panjang baget yah, padahal niatnya cuma pengen cerita aktivitas baru saya dengan game Hotel Story ini. Hehe. Oke deh, udah dulu lah yah, saya mau lanjut siaran. Ini pasti banyak pendengar yang ngebatin, "nih radio isinya lagu mulu nggak ada yang ngomong", hehe. Sssttt, nggak tau dia, yag ngomong lagi sibuk nulis blog *ahahaha*
......
......
......

Ada yang ketinggalan, foto hotel saya. Kalian boleh mampir looooh ;p *jijai udah setua ini juga* *wkwkwk*


 

blush ON blush Copyright © 2015 -- Powered by Blogger